v= cepat rambat cahaya di dalam medium tertentu (m/s). Gejala pembiasan ini pertama kali diteliti oleh Snellius. Dengan demikian, hukum yang berlaku pada peristiwa pembiasan selalu mengikuti hukum Snellius. Untuk lebih jelasnya, simak gambar berikut. Secara matematis, Snellius bisa dirumuskan sebagai berikut. Keterangan: i = sudut datang;
Gambar3. Prisma Segitiga Pembiasan : 20o 30o 40o 50o 60o 70o 80o. d (pergeseran) (m) pengukuran 0,065 0,018 0,028 0,039 0,050 0,071 0,082 Dari percobaan ini terbukti bahwa Hukum Snellius mengenai pemantulan benar bunyinya, pada pemantulan cahaya ini pemantulan terjadi karena sinar datang berasal dari medium rapat (blok kaca) menuju keApa kegiatan olahraga kesukaan elo? Kalau gue, dulu suka banget berenang. Soalnya, gue dan teman-teman lainnya sering berenang sambil main game gitu. Eits, game yang dimaksud di sini bukan semacam Mobile Legends, ya. Game yang gue dan teman-teman mainkan pas berenang itu beragam banget, salah satunya main lempar koin ke dalam kolam. Jadi, gue bakal menyiapkan satu buah uang koin yang akan dilempar ke kolam renang. Setelah koinnya dilempar, gue dan teman-teman bakal mulai berenang ke dasar kolam buat mencari koin tersebut. Uniknya, dulu gue pernah tenggelam pas lagi nyari uang koin tersebut. Kok, bisa? Soalnya, pas gue lagi melempar uang koinnya ke kolam renang, kolam itu kelihatan dangkal banget. Apalagi, uang koinnya bisa cepat sampai ke dasar kolamnya. Jadi, gue semakin berpikir kalau kolamnya dangkal. Dengan rasa percaya diri kalau kolamnya dangkal, gue langsung terjun aja buat cari koinnya, tuh. Voila! Ternyata, kolamnya itu cukup dalam untuk tinggi badan gue yang pada saat itu cuma 120-an centimeter. Ya … akhirnya gue tenggelam dan dibantuin sama teman-teman buat keluar dari kolamnya, deh. Konyol dan malu-maluin banget, kan? Padahal, gue lihat dengan kepala mata gue sendiri kalau koinnya itu masuk ke kolam yang dangkal banget lho, dari daratan. Kenapa kedalamannya bisa berbeda pas gue udah nyebur ke kolam, ya? Hmm … pas gue cari tahu, ternyata ini ada hubungannya sama pembiasan cahaya. Ini juga yang bikin mata gue “siwer” untuk membedakan kedalaman kolam. Memang, apa itu pembiasan cahaya? Kok, bisa bikin kolam renang jadi terlihat dangkal dari area daratan? Nah, gue punya pembahasan lengkapnya, lho. Yuk, kita bahas bareng-bareng di sini! Apa Itu Pembiasan Cahaya?Rumus Pembiasan CahayaContoh Pembiasan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hariContoh Soal Pembiasan CahayaKesimpulan Apa Itu Pembiasan Cahaya? First thing first, apa itu pembiasan cahaya? Pengalaman gue soal kolam renang itu kan, ngomongin media air, ya. Terus, apa hubungannya sama cahaya? Ternyata, ada salah satu sifat cahaya yang menyebabkan gue mengira si kolam renang itu dangkal airnya. Kalau dalam ilmu Fisika, nama sifatnya yaitu pembiasan. Jadi, pengertian pembiasan cahaya adalah cahaya yang dibelokkan saat melewati media yang berbeda. Contohnya kayak gimana, sih? Biar lebih kebayang sama elo, gue punya salah satu gambar cahaya dapat dibiaskan, nih. Gambarannya ini pas banget sama proses pembiasan cahaya melalui pengalaman gue di atas tentang kedalaman kolam renang. Gambar cahaya dapat dibiaskan melalui ilustrasi pembiasan cahaya di kolam renang Arsip Zenius Nah, itu dia gambar cahaya dapat dibiaskan melalui media kolam renang. Berdasarkan ilustrasi pembiasan tersebut, ilmu fisika pun mengenalkan adanya Hukum 1 Snellius. Bunyi Hukum 1 Snellius ini menyatakan kalau sinar datang, sinar bias, dan sumbu normal pada proses pembiasan cahaya berada pada satu bidang yang datar. Ternyata, prasangka gue tentang kolam yang dangkal itu dikarenakan sifat sinar matahari yang masuk ke kolam tersebut akan langsung dibelokkan. Soalnya, hal itu merupakan salah satu peristiwa atau proses pembiasan cahaya. Namun kira-kira, apa yang menyebabkan terjadinya pembiasan cahaya, ya? Jawabannya simpel banget. Penyebabnya itu dari media atau medium yang dilewati cahaya. Jadi, cahaya akan dibiaskan jika melewati dua medium yang kerapatannya berbeda. Contohnya balik lagi kayak yang kolam renang itu, deh. Si cahaya ini kan bersinar melewati dua media, ya. Pertama, media udara. Kedua, media air. Nah, kedua media tersebut punya kerapatan yang berbeda. Makanya, pas cahaya masuk ke media kedua air terjadi lah pembelokan. Soalnya, media air ini lebih rapat daripada udara. Berarti kalau medianya cuma satu, nggak bakal ada pembelokan, dong? Benar banget! Pembiasan cahaya bisa terjadi karena ada dua media dengan kerapatan yang berbeda. Sampai sini, semoga elo jadi lebih paham sama konsep pembiasan cahaya, ya. Intinya, elo hanya perlu ingat kalau ada dua media dalam proses pembiasan cahaya. Baca Juga Mengenal Konsep Gelombang Cahaya – Materi Fisika Kelas 11 Terus, gimana rumus pembiasan cahaya? Elo bisa menentukan rumus pembiasan cahaya lewat persamaan di bawah ini. Rumus pembiasan cahaya Arsip Zenius Biar penggunaan rumus pembiasan cahaya bisa terbayang di benak elo, gue coba kasih contoh pembahasan soalnya, ya. Misalnya, ada seberkas cahaya dari udara dengan indeks bias 1. Lalu, dibiaskan menuju suatu medium dengan indeks bias 1,5. Jika besar sudut datangnya adalah 30o, maka nilai sinus dari sudut biasnya …. Nah, gini pembahasannya. Jadi, indeks bias medium sinar datangnya kan 1. Terus, indeks bias medium sinar biasnya kan 1,5. Elo hanya perlu memasukkan angka-angka tersebut melalui rumus pembiasan cahaya yang saja. Jadi, 1. sin 30 = 1,5. sin r Nah, jawabannya jadi ⅓, deh. Pokoknya, elo bisa menggunakan rumus pembiasan cahaya itu dengan cara memasukkan setiap angka yang sudah diketahui dari soal, ya. Baca Juga Hukum Pemantulan Cahaya Beserta Rumus dan Sifatnya – Materi Fisika Kelas 11 Contoh Pembiasan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari Proses pembiasan cahaya ini hanya terjadi dalam ilmu fisika aja nggak, sih? Eits, ini dia menariknya! Sadar ataupun nggak sadar, proses pembiasan cahaya ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari, lho. Hayo … elo tahu nggak, contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari? Gue mau ngajak elo untuk bereksperimen, nih. Coba deh, elo isi sebuah gelas dengan air sebanyak setengah permukaannya. Terus, coba elo masukin benda kayak pensil atau sedotan ke dalam gelas tersebut. Nah, kalau elo lihat bentuk pensil atau sedotannya dari luar gelas, pasti strukturnya jadi bengkok. Iya, kan? Itu dia salah satu contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh lainnya yaitu pelangi. Lho, memangnya pelangi termasuk ke pembiasan cahaya? Iya. Contoh peristiwa pembiasan cahaya pada pelangi Arsip Zenius Makanya, pelangi merupakan peristiwa pembiasan cahaya matahari oleh droplet air hujan. Selain contoh-contoh di atas, elo juga bisa praktik sendiri dengan menggunakan alat peraga pembiasan cahaya, lho. Dengan begitu, elo bisa melihat dengan jelas bagaimana cahaya bisa membias kepada dua medium yang berbeda. Ternyata, ilmu pembiasan cahaya dalam Fisika ini erat sama kehidupan sehari-hari kita, ya? Menarik banget, deh. Sampai sini, semoga elo makin tercerahkan dengan teori pembiasan cahaya, ya. Kalau masih ada yang membingungkan, nggak perlu khawatir. Gue punya pilihan video pembelajaran tentang materi ini yang dijelasin langsung sama tutor Zenius yang kece abis. Elo bisa langsung nonton videonya dengan cara klik link di bawah ini, ya! Contoh Soal Pembiasan Cahaya Itu dia pembahasan kita hari ini mengenai pembiasan cahaya dalam ilmu fisika. Lewat beberapa teori di atas, gue harap elo bisa mengerjakan soal di bawah ini, ya. Contoh Soal 1 Pernyataan berikut yang benar mengenai pembiasan adalah…. 1 cepat rambat sinar bias sama dengan cepat rambat sinar datang 2 terjadi pembelokan arah rambat cahaya 3 sudut bias selalu sama dengan sudut datang 4 terjadi jika cahaya merambat melalui dua medium yang berbeda A. 1, 2, dan 3 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 4 saja Jawaban Pernyataan 1 salah karena cepat rambat sinar datang dan cepat rambat sinar bias akan berbeda apabila mediumnya berbeda. Yang tetap sama adalah frekuensinya, bukan cepat rambatnya. Pernyataan 3 salah, karena sudut bias tidak selalu sama dengan sudut datangnya, bisa jadi lebih besar atau lebih kecil dari sudut datangnya, tergantung indeks bias. Maka dari itu, pernyataan yang benar adalah 2 dan 4. Jadi, jawabannya yaitu C. Contoh Soal 2 Seberkas cahaya diarahkan menuju kaca tebal dengan sudut datang 30° terhadap garis normal. Jika cepat rambat cahaya di udara adalah 3 × 108 m/s dan cepat rambat cahaya pada kaca adalah 2 × 108 m/s, maka sudut biasnya adalah ….bulatkan hingga tempat satuan A. 16o B. 17o C. 18o D. 19o Jawaban Jadi, kita kumpulkan dulu semua informasi yang sudah diketahui dari soal di atas. Diketahui v cepat rambat cahaya di kaca = i sudut cahaya yang datang ke kaca = 30o c cepat rambat cahaya di udara = indeks bias udara = Maka, r sudut biasnya yaitu …. Kita akan memakai rumus sin r = . sin i sin r = sin r = r= 19o Jadi, jawabannya yaitu D. Contoh Soal 3 Pada proses pembiasan, besaran parameter cahaya yang dideskripsikan berikut berubah, KECUALI …. A. kecepatan rambat B. panjang gelombang C. frekuensi f D. semua parameter di atas berubah seiring cahaya bergerak dari satu medium ke medium lain yang kerapatannya berbeda Jawaban Alasan dibalik nilai frekuensi cahaya yang tidak berubah sesungguhnya berlandaskan ide bahwa energi dari gelombang cahaya E hanya dipengaruhi berbanding lurus . Jadi, hanya frekuensinya saja yang nggak berubah seperti bagian lainnya. Maka dari itu, jawaban yang paling tepat dari pertanyaan di atas yaitu C. Baca Juga Pengertian Interferensi Cahaya Beserta Rumus dan Contohnya – Materi Fisika Kelas 11 Kesimpulan Nggak susah kan, pembahasan materi tentang pembiasan cahaya? Intinya, elo hanya perlu menggarisbawahi kalau proses pembiasan cahaya ini bisa terjadi saat cahaya melewati dua media dengan kerapatan yang berbeda, ya. Oh iya, elo sudah mengerjakan contoh soal pembiasan cahaya di atas belum, nih? Lumayan banget lho, buat melatih dan mengasah kemampuan elo. Selain ngelatih lewat tiga contoh soal di atas, gue mau nyaranin elo buat latihan ngerjain soal lewat try out bareng Zenius, nih. Latihan try out-nya gratis! Elo cuma perlu daftar dengan cara klik link di bawah ini. Latihan Try Out Bareng Zenius Sebelum ngerjain latihan try out di atas, gimana kalau gue coba kasih tips buat elo belajar Fisika, nih? Tipsnya ini eksklusif dari Sabda, lho. Penasaran? Tonton video di bawah ini, ya! Pembiasancahaya pada bidang batas 2 medium disebabkan oleh kecepatan cahaya dalam kedua medium yang berbeda. , dalam pengamatan dan pengukuran, mata tidak selalu memberikan hal-hal yang benar. Sebagai bukti, amatilah Gambar 5.7 berikut! Alat-alat optik yang menggunakan lensa tipis tunggal misalnya lensa kontak (contact lens) ,
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan materi lengkap Fisika Pembiasan Cahaya Refraksi . Mari kita bahas selengkapnya.. PEMBIASAN CAHAYA Pengertian Pembiasan refraksi cahaya adalah pembelokan arah rambat cahaya. Pembiasan cahaya disebabkan medium zat Perantara yang dilalui cahaya berbeda kerapatam optiknya yang menyebabkan kecepatan cahaya pada medium itu berbeda pula. Contoh Pembiasan Cahaya Cahaya dari udara ke kaca, dari air ke kaca, dari udara ke air, dan sebagainya kelihatan bengkok/membelok. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pembiasan cahaya adalah cakra optik. Hukum Snellius pada pembiasan Cahaya menyatakan a. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar b. Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium yang rapat dibiaskan mendekati garis normal c. Sinar datang dari medium rapat ke medium yang kurang rapat dibiaskan menjahui garis normal d. Sinar datang yang tegak lurus dengan bidang batas tidak dibiaskan, melainkan diteruskan. pembiasan cahaya INDEKS BIAS Indeks bias mutlak adalah perbandingan antara cepat rambat cahaya dalam ruang hampa dan cepat rambat cahaya dalam medium lain. Indeks bias medium yang rapat itu lebih besar dari indeks bias medium yang kurang rapat. Sebaliknya indeks bias medium kurang rapat itu lebih kecil dari indeks bias medium yang rapat. Indeks Bias mutlak dirumuskan Contoh Seberkas cahaya merambat dari udara ke dalam air. Bila diketahui indeks bias udara n udara 1,00 , dan indeks bias aiar n air 1,33, dan cepat rambat cahaya dalam ruang hampa c 3 x 108 m/s. tentukan kecepatan rambat cahaya dalam udara dan dalam air ! Penyelesaian Diketahui n udara = 1,00 N air = 1,33 C = 3 x 108 m/s Ditanya a. C udara ? b. C air ? PEMBIASAN PADA PRISMA Prisma adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang permukaan yang bersudut. Besarnya sudut antara kedua permukaan itu disebut sudut pembias b. Apabila seberkas cahaya masuk pada salah satu permukaan prisma maka cahaya tersebut akan dibiaskan dari permukaan prisma yang lain. Sudut deviasi adalah sudut yang diperoleh dari perpanjangan sinar datang dan sinar bias yang keluar dari prisma. Besarnya sudut Deviasi berubah-ubah bergantung pada sudut datang i. Sudut deviasi dirumuskan D = I + r1 -b LENSA Pengertian Lensa Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang yang dua-duanya lengkung atau salah satunya adalah bidang datar. Macam-macam Lensa Berdasarkan bentuk permukaannya lensa dibedakan menjadi Lensa cembung dua bikonveks Lensa cembung datar plankonveks Lensa cembung cekung konveks konkaf Lensa cekung dua bikonkaf Lensa cekung datar plankonkaf Lensa cembung cekung kankaf konveks LENSA CEMBUNG Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepinya dan bersifat konvergen mengumpulkan cahaya Bila seberkas sinar sejajar sumbu utama menuju lensa cembung maka akan dibiaskan melalu satu titik yang disebut titik api utama titik fokus Sinar-sinar istimewa lensa cembung Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus utama F2. Sinar datang yang melalui titik fokus F1 dibiaskan sejajar dengan sumbu utama. Sinar datang yang melalui pusat optik lensa tidak dibiaskan melainkan diteruskan. Pembentukan bayangan pada lensa cembung Pembentukan berada di F1, bayangan tidak terjadi. Benda berada diantara F1 dan 2F1, bayangan terbentuk di atas 2F2 sifatnya nyata, terbalik, dan diperbesar. Benda berada di F1 dan O, bayangan di atas 2F1 sifatnya, maya tegak, dan diperbesar. Banda berada tepat di 2F1, maka bayangan terbentuk tepat di 2F2 sifatnya nyata, terbalik, dan sama besar. Benda berada di atas 2 F1 maka bayangannya akan berada di antara F2 dan 2F2 sifatnya nyata, terbalik, dan diperkecil. Lensa Cekung Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepinya dan bersifat menyebarkan berkas cahaya divergen. Sinar-sinar istimewa lensa cekung Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama keluar dari lensa seolah-olah berasal dari titik fokus utama F2 Sinar datang yang menuju titik fokus utama F1 dibiaskan sejajar dengan sumbu utama. Sinar datang yang melalui pusat optik lensa tidak dibiaskan melainkan diteruskan. Dispersi cahaya adalah penguraian cahaya polikromatik menjadi cahaya monokromatik. Cahaya Polikromatik adalah cahaya yang terdiri dari bermacam-macam warna. Contohnya cahaya putih. Chaya Monokromatik adalah cahaya yang hanya memiliki satu panjang gelombang saja Tidak dapat terurai menjadi cahaya lain Contoh sinar Merah, Sinar jingga, Sinar Kuning, Sinar hijau, Sinar biru, dan sinar Ungu. Dispersi Cahaya Pada Prisma Artikel terkait Cahaya Materi Fisika Lengkap Pembiasan Cahaya Materi Fisika Lengkap Alat Optik Pengertian, Jenis, Macam, dan Gambar Sumber Demikian materi lengkap Fisika Pembiasan Cahaya Refraksi meliputi Pengertian dan contoh pembiasan cahaya, indeks bias, pembiasan pada prisma, lensa cembung dan lensa cekung serta dispersi cahaya. Semoga bermanfaat...
Paragrafini dan selanjutnya akan membahas mengenai tujuan kedua yaitu menyelidiki sifat pembiasan pada prisma siku-siku. Prisma adalah salah satu alat optik berupa benda transparan (bening) terbuat dari bahan gelas atau kaca yang dibatasi oleh dua bidang permukaan yang membentuk sudut tertentu. Sudut di antara dua bidang tersebut disebut sudut
Pembiasan Cahaya – Pengertian, Indeks, Penerapan dan Contoh – – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Akuntansi Internasional yang dimana dalam hal ini meliputi Pengertian, indeks, penerapan dan contoh, klasifikasi dan peranan. Nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak pemaparan selengkapnya dibawah ini. Pembiasan adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya yang terjadi ketika cahaya melewati bidang batas antara dua medium yang berbeda. Pembiasan terjadi apabila sinar datang membentuk sudut tertentu cahaya datang tidak tegaklurus terhadap bidang batas sudut datang lebih kecil dari 90O terhadap bidang batas. Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang merambat lurus ke segala arah dengan kecepatan 3 x 108 m/s dan mempunyai panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Pada bidang fisika, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Baca juga Artikel Terkait Tentang Materi Pengertian, Fitur Dan 6 Macam Gelombang Menurut Dasar Ukurannya Jadi, Pembiasan cahaya adalah pembelokan cahaya ketika berkas cahaya melewati bidang batas dua medium yang berbeda indeks biasnya. Indeks bias mutlak suatu bahan ialah perbandingan kecepatan cahaya di ruang hampa dengan kecepatan cahaya di bahan tersebut. Indeks bias relatif merupakan perbandingan indeks bias dua medium berbeda. Indeks bias relatif medium kedua terhadap medium pertama ialah perbandingan indeks bias antara medium kedua dengan indeks bias medium pertama. Pembiasan cahaya menyebabkan kedalaman semu dan pemantulan sempurna. Arah Pembiasan Cahaya Arah pembiasan cahaya dibedakan menjadi dua macam yaitu Mendekati garis normal Cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya merambat dari medium optik kurang rapat ke medium optik lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari udara ke dalam air. Menjauhi garis normal Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika cahaya merambat dari medium optik lebih rapat ke medium optik kurang rapat, contohnya cahaya merambat dari dalam air ke udara atau dari kaca ke udara. Pembiasan cahayanya tampak seperti gambar di bawah ini Indeks Bias Cahaya Pembiasan cahaya dapat terjadi dikarenakan perbedaan laju cahaya pada kedua medium. Laju cahaya pada medium yang rapat lebih kecil dibandingkan dengan laju cahaya pada medium yang kurang rapat. Menurut Christian Huygens 1629-1695 “Perbandingan laju cahaya dalam ruang hampa dengan laju cahaya dalam suatu zat dinamakan indeks bias.” Secara matematis dapat dirumuskan dimana n = indeks bias c = laju cahaya dalam ruang hampa 3 x 108 m/s v = laju cahaya dalam zat Indeks bias tidak pernah lebih kecil dari 1 artinya, n ³1, dan nilainya untuk beberapa zat ditampilkan pada tabel disamping. Hukum Pembiasan Cahaya Pada sekitar tahun 1621, ilmuwan Belanda bernama Willebrord Snell melakukan eksperimen untuk mencari hubungan antara sudut datang dengan sudut bias. Hasil eksperimen ini dikenal dengan nama hukum Snell yang berbunyi Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar. Hasil bagi sinus sudut datang dengan sinus sudut bias merupakan bilangan tetap disebut indeks bias. Secara matematis, hasil bagi sudut datang dan sudut bias dinyatakan sebagai i = sudut datang ; r = sudut bias Pembiasan Cahaya Pada Lensa Lensa adalah benda bening yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat membiaskan atau meneruskan hampir semua cahaya yang melaluinya. Ada dua jenis lensa yaitu lensa cembung atau lensa positif dan lensa cekung atau lensa negatif. 1. Lensa Cembung Lensa cembung disebut juga lensa konvergen atau lensa positif merupakan lensa yang memiliki bagian tengah lebih tebal daripada bagian ujungnya. Agar lebih mudah memahami pembentukan bayangan yang terjadi, maka perhatikan bagian-bagian lensa cembung di bawah ini SU Sumbu Utama O Titik Pusat Optik Lensa f1 dan f2 Titik Api Fokus Lensa. O – f1 dan O – f2 f = Jarak Titik Api Lensa. R1 dan R2 Jari-Jari Kelengkungan Lensa. I, II, III Nomor Ruang Untuk Meletakkan Benda I, II, III, IV Nomor Ruang Untuk Bayangan Benda Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi “Lensa Cembung” Pengertian & Rumus – Contoh – Sifat Bayangan Ada 3 buah sinar istimewa pada lensa cembung, yaitu Sinar datang sejajar sumbu utama SU akan dibiaskan melalui titi api fokus/f; Sinar datang melalui titik api f akan dibiaskan sejajar sumbu utama SU; Sinar datang melalui titik pusat optik lensa O tidak dibiaskan melainkan diteruskan. Lensa cembung mempunyai sifat seperti cermin cekung. Oleh karena itu bayangan yang dibentukpun hampir sama, yaitu Bayangan nyata, terjadi dari perpotongan sinar-sinar bias yang mengumpul. Bayangan nyata pada lensa cembung terjadi jika benda terletak di ruang II dan III. Bayangan maya, terjadi dari perpotongan perpanjangan sinar-sinar bias yang divergen menyebar. Bayangan maya pada lensa cembung terjadi jika benda terletak di ruang I. 2. Lensa Cekung Lensa cekung disebut juga lensa divergen atau lensa negatif adalah lensa yang memiliki bagian tengan lebih tipis daripada bagian ujungnya. Agar lebih memahami pembentukan bayangan perhatikan gambar berikut Lensa cekung bersifat divergen atau menyebarkan cahaya. Pembentukan bayangan pada Lensa cekung mempunyai titik api fokus yang dinyatakan dengan negatif. Agar lebih mudah memahami pembentukan bayangan yang terjadi, maka perhatikan bagian-bagian lensa cekung di bawah ini SU Sumbu Utama O Titik Pusat Optik Lensa f1 dan f2 Titik Api Fokus Lensa. O – f1 dan O – f2 f = Jarak Titik Api Lensa. R1 dan R2 Jari-Jari Kelengkungan Lensa. Tiga berkas cahaya/sinar istimewa pada lensa cembung Sinar datang sejajar sumbu utama SU akan dibiaskan seolah-olah dari titik api f1; Sinar datang seolah-olah menuju titik api f2 akan dibiaskan sejajar sumbu utama SU Sinar datang melalui titik pusat optik lensa O tidak dibiaskan melainkan diteruskan. Lensa cekung hanya dapat membentuk satu macam bayangan, yaitu bayangan maya dari benda yang terletak di depan lensa dengan sembarang penempatan. Sifat bayangan yang terjadi Maya di depan lensa Tegak Diperkecil Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi “Lensa Cekung” Pengertian & Sifat – Rumus – Sinar Istimewa – Contoh Hubungan antara Jarak Benda, Jarak Bayangan, dan Jarak Titik Fokus Keterangan SO = jarak benda ke lensa Si = jarak bayangan ke lensa bernilai negatif bila bayangan yang dihasilkan bersifat maya f = jarak titik api lensa berharga positif M = perbesaran bayangan ho = tinggi benda hi = tinggi bayangan Hubungan antara jarak benda So, jarak bayangan Si, dan jarak fokus f Sama halnya pada cermin lengkung, pada lensa juga berlaku persamaan Keterangan So = Jarak benda Si = Jarak bayangan f = Jarak focus R = Jari-jari kelengkungan lensa M = Perbesaran bayangan ho = Tinggi benda hi = Tinggi bayangan Untuk lensa cembung, penggunaan persamaan tersebut dengan memperhatikan tanda sebagai berikut f ➯ bernilai positif + menunjukkan jarak fokus lensa cembung. So ➯bernilai positif + menunjukkan bendanya nyata. Si ➯bernilai positif + menunjukkan bayangannya nyata berada dibelakang lensa Si ➯ bernilai negatif - menunjukkan bayangannya maya berada di depan lensa Sedangkan untuk lensa cekung f ➯bernilai negatif - menunjukkan jarak fokus lensa cekung. So ➯bernilai positif + menunjukkan bendanya nyata. Si ➯bernilai negatif - menunjukkan bayangannya maya berada di depan lensa. Kekuatan Daya Lensa Kekuatan lensa atau daya lensa adalah kemampuan suatu lensa untuk memusatkan/mengumpulkan atau menyebarkan berkas sinar yang diterimanya. Besarnya daya P lensa berkebalikan dengan jarak titik apinya fokus. Semakin kecil fokus semakin besar daya lensanya. Keterangan P = daya lensa, satuannya dioptri f = jarak titik api, satuannya meter m Perhatikan ketentuan berikut 3. Pembiasan pada Prisma Gambar diatas menggambarkan seberkas cahaya yang melewati sebuah prisma. Gambar tersebut memperlihatkan bahwa berkas sinar tersebut dalam prisma mengalami dua kali pembiasan sehingga antara berkas sinar masuk ke prisma dan berkas sinar keluar dari prisma tidak lagi sejajar. Sudut yang dibentuk antara arah sinar datang dengan arah sinar yang meninggalkan prisma disebut sudut deviasi diberi lambang δ. Besarnya sudut deviasi tergantung pada sudut datangnya sinar. Dari gambar diatas kita ambil beberapa bagian Untuk segiempat ABCD Pada segitiga ABC Pada Segitiga ACE Besarnya sudut deviasi dapat dicari sebagai berikut. δ = 180o – x = 180o – 180° – i1 – r2 + β = 180o –180o + i1 + r2 – β = i1 + r2 – β Deviasi Minimum δminimum = 2i1– β 2i1 = δmin + β i1 = Syarat i1= r2 Penerapan Pembiasan Dalam Kehidupan Sehari-hari Dalam hal ini peristiwa pembiasan cahaya terjadi dalam kehidupan sehari-hari antara lain Sedotan Yang Tercelup Air Sebagian Tampak Membengkok Sedotan yang sebagian batangnya tercelup di dalam air akan tampak bengkok jika dilihat dari luar. Hal ini disebabkan cahaya datang dari udara “kurang rapat” menuju air “lebih rapat” akan dibiaskan menjauhi garis normal. Proses pembiasan cahaya berlangsung di dalam gelas, yang sehingga jika dilihat dari luar gelas batang sedotan tampak bengkok karena tidak berada di titik sebenarnya “garis normal”, selain sedotan batang pensil, pulpen, spidol yang dimasukkan ke dalam gelas berisi air juga kan terlihat bengkok jika dilihat dari luar gelas. Dasar Kolam Tampak Dangkal Dasar kolam akan terlihat dangkal bila dilihat dari darat, hal ini disebabkan cahaya datang dari udara “kurang rapat” menuju air “lebih rapat” akan dibiaskan menjauhi garis normal. Proses pembiasan cahaya berlangsung di dalam kolam. Sehingga yang terlihat sebagai dasar kolam merupakan bayangan dasar kolam bukan dasar kolam yang sesungguhnya. Berlian Dan Intan Tampak Berkilauan Cahaya yang masuk ke dalam intan maupun berlian mengalami beberapa kali pembiasan oleh permukaan intan maupun permukaan berlian tersebut. Hal ini disebabkan indeks bias intan yang besar yakni dan sudut kritis intan kecil hanya 24 derajat. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi Pengertian, Fungsi Dan Bagian Dari Mikroskop Contoh Soal 1. Suatu benda diletakkan di depan sebuah lensa cembung yang memiliki jarak titik fokus 8 cm. Tentukan jarak benda dari lensa jika diinginkan bayangan yang terbentuk terletak 16 cm di belakang lensa! Pembahasan dik f = 8 cm dit S =…. Untuk bayangan yang terbentuk terletak 16 cm di belakang lensa, artinya bayangannya bersifat nyata, sehingga tanda untuk s adalah positif. s = 16 cm s =….. Dengan rumus lensa diperoleh jarak bendanya 2. Untuk mendapatkan bayangan yang terletak pada jarak 15 cm di belakang lensa positip yang jarak titik apinya 7,5 cm maka benda harus diletakkan di depan lensa tersebut pada jarak… Pembahasan dik f = 7,5 cm s = 15 cm dit s = ….. 3. Seseorang yang miopi titik dekatnya 20 cm sedang titik jauhnya 50 cm. Agar ia dapat melihat jelas benda yang jauh, ia harus memakai kacamata yang kekuatannya… Pembahasan dik PP = 20 cm PR = 50 cm Untuk melihat benda yang jauh → Revisi titik jauhnya P = …. 4. Dua buah lensa positif masing-masing memiliki fokus 3 cm dan 6 cm diletakkan sejauh 20 cm. Sebuah benda diletakkan sejauh 4 cm di depan lensa pertama. Dengan pembiasan cahaya terjadi lebih dahulu pada lensa pertama, tentukan berturut-turut Pembahasan a Letak bayangan yang dibentuk oleh lensa pertama. s = 4 cm ; f = 3 dit s =…. Letak bayangan 12 cm di belakang lensa pertama. b Letak bayangan yang dibentuk oleh lensa kedua. Bayangan yang dibentuk oleh lensa pertama, menjadi benda untuk lensa kedua. Letak benda untuk lensa kedua adalah 20 cm dikurangi 12 cm = 8 cm. Letak bayangan dengan demikian adalah s’ bertanda positif jadi posisinya 24 cm di belakang lensa kedua. Demikianlah pembahasan mengenai Pembiasan Cahaya – Pengertian, Indeks, Penerapan dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
Membuatlangkah per-cobaan berdasarkan alat dan bahan yang sudah disediakan sesuai dengan rancangan penyelesaian masalah Pembiasan Cahaya pada Lensa 4 : Membuat langkah percobaan berdasarkan alat dan bahan yang sudah disediakan sesuai dengan rancangan penyelesaian masalah, bahasa mudah dipahami.
FisikaOptik Kelas 11 SMAAlat-Alat OptikPembiasan CahayaPembiasan CahayaAlat-Alat OptikOptikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0207Warna biru langit terjadi karena cahaya Matahari mengalam...Warna biru langit terjadi karena cahaya Matahari mengalam...0307Indeks bias udara besarnya 1 , indeks bias air 4 / 3 , d...Indeks bias udara besarnya 1 , indeks bias air 4 / 3 , d...0225Cahaya merambat dari udara ke air. Apabila cepat rambat c...Cahaya merambat dari udara ke air. Apabila cepat rambat c...
s1W2Y.