Kegiatan workshop lokalatih peningkatan ekonomi kreatif melalui anyaman tradisional bagi ibu-ibu majelis taklim dan rabithah wirid yasin bertujuan agar kegiatan sosialisasi dan penguatan yang dilaksanakan sebelumnya lebih dipahami oleh ibu-ibu anggota majelis ta’lim dan rabithah wirid yasin jorong Batu Badinding dengan adanya kegiatan
Sukarelawan Santri Dukung Ganjar SDG kembali menggelar pelatihan bercocok tanam dengan teknik hidroponik bersama ibu-ibu Majelis Taklim Pucang di Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin 5/6/2023. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengasah keterampilan para ibu-ibu bertani. Sehingga mereka bisa meningkatkan jiwa usaha melalui penerapan metode hidroponik. baca juga SDG Sumsel Gelar Pelatihan Penanaman Budi Daya Buah Hadapi Dunia Digital, SDG Jatim Bekali Santri Kemampuan Fotografi Dan Videografi Relawan Santri Dukung Ganjar Edukasi Warga Jaktim Pentingnya Keterampilan Pemulasaraan Jenazah Kordinator Wilayah SDG Jateng, Gus Mukti Abdul Jabir mengatakan kegiatan tersebut untuk melatih para ibu-ibu agar bisa membantu perekonomian dengan melakukan wirausaha berbasis pertanian. "Pelatihan ini agar para ibu-ibu di desa ini bisa membantu perekonomian keluarga sekaligus bisa berkontribusi bagi lingkungan di sekitarnya dengan memaksimalkan lahan untuk menanam sayur-sayuran," ungkap Gus Mukti dalam siaran persnya. Dia menambahkan dalam pelatihan tersebut, loyalis Ganjar Pranowo itu juga menyampaikan pengenalan media tanam, penyakit tanaman hidroponik hingga ke pemasaran produk hasil budi daya tanam hidroponik. Dia juga mengajarkan cara membuat nutrisi siap pakai untuk tanaman, kemudian dilakukan pindah tanam bibit ke instalasi hidroponik. "Tentunya awal dasar hidroponik adalah pembenihan dan pembibitan, cara budi daya yang baik dan benar, kemudian diakhiri dengan panen," tuturnya. Tidak hanya memberikan pelatihan, Santri Dukung Ganjar Jateng juga membagikan ratusan benih seperi ikan bibit sayur hingga pakan ikan. Baca juga : Santri Dukung Ganjar Ajak Jemaah Majelis Taklim Jaga Ekosistem Laut "Ibu Atikoh baik sekali. Dia bisa menjadi contoh bagi kita sebagai ibu-ibu majelis taklim," ungkapnya. Ayani juga mendoakan Atikoh agar menjadi ibu negara yang dapat memperhatikan perkembangan majelis taklim sebagai tempat menggali ilmu agama bagi masyarakat.
SUARA SEMARANG - Sukarelawan Santri Dukung Ganjar SDG kembali menyelenggarakan pelatihan bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik bersama ibu-ibu Majelis Taklim Pucang di Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada hari Senin 5/6. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan melatih keterampilan bertani para ibu-ibu. Dengan menerapkan metode hidroponik, diharapkan mereka dapat mengembangkan semangat berwirausaha berbasis pertanian. Gus Mukti Abdul Jabir, Koordinator Wilayah SDG Jateng, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar ibu-ibu di desa tersebut dapat membantu perekonomian keluarga dan berkontribusi terhadap lingkungan sekitar dengan memanfaatkan lahan untuk menanam sayur-sayuran. "Pelatihan ini agar para ibu-ibu di desa ini bisa membantu perekonomian keluarga sekaligus bisa berkontribusi bagi lingkungan di sekitarnya dengan memaksimalkan lahan untuk menanam sayur-sayuran," ungkap Gus Mukti dalam siaran persnya. Baca JugaHakim Perintahkan Shane Lukas dan Mario Dandy Pisah Sel di Lapas Salemba Selain itu, dalam pelatihan ini, para peserta juga diberikan pengenalan mengenai media tanam, penyakit yang umum terjadi pada tanaman hidroponik, serta pemasaran produk hasil budi daya hidroponik. Mereka juga diajarkan cara membuat nutrisi siap pakai untuk tanaman dan proses pemindahan bibit ke instalasi hidroponik. "Tentunya awal dasar hidroponik adalah pembenihan dan pembibitan, cara budi daya yang baik dan benar, kemudian diakhiri dengan panen," tuturnya. Tidak hanya memberikan pelatihan, SDG Jateng juga membagikan ratusan benih, seperti bibit sayur dan pakan ikan, kepada peserta pelatihan. Selama kegiatan, mereka juga memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo kepada para peserta Majelis Taklim. Eni Murniati, salah satu perwakilan Majelis Taklim Pucang, mengapresiasi pelatihan yang dilakukan oleh SDG ini. Baca Juga7 WAGs Cantik Manchester United, Diva Ternama Spanyol Ia menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat, terutama para ibu-ibu. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan mengenai cara budi daya tanaman menggunakan sistem hidroponik. "Ibu-ibu sangat terbantu dengan kegiatan ini. Saya berharap SDG juga dapat menyelenggarakan kegiatan serupa di Kalimantan Tengah," ujar Eni setelah menerima bantuan bibit dari SDG Jateng.
Kondisi demikian memicu penelitian majelis taklim ibu- melaksanakan kegiatan majelis taklim. Seb agaimana tertulis dalam . Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan . [PERIODE APRIL – DESEMBER 2010] APRIL 2010 Tanggal 18 April 2010, dirumah Ibu Ika-HH15 diadakan Rapat Perdana Ibu-Ibu warga cluster Semeru untuk merumuskan berbagai kegiatan cluster yang dipimpin oleh Ibu Siti Sa’adah Ibu RT. Dari rapat tersebut dihasilkan beberapa kegiatan dan penanggungjawabnya. PROGRAM KEGIATAN IBU-IBU WARGA CLUSTER SEMERU DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN Program PKK dan Posyandu PJ, Ibu Ai Mama Ais dan Ibu Dewi Mama Reno Program Olah Raga PJ, Ibu Eka Mama Airin Program Majelis Ta’lim PJ, Ibu Ika Humas PJ, Ibu Siti Ibu RT dibantu dasawisma Arisan dan Kas RT PJ, Ibu Budi Tanggal 25 April 2010, dirumah Ibu Ika-HH15 didakan rapat lanjutan dalam menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan, struktur tambahan, dan saran fokus awal materi hanya Pembahasan Majelis Ta’lim. JADWAL MAJELIS TA’LIM Semula Setiap Ahad sore dirubah menjadi Sabtu Sore Ba’da Ashar STRUKTUR TAMBAHAN MAJELIS TA’LIM Ketua Ibu Ika Wakil Ketua Ibu Ningsih Sekretaris Ibu Lina Bendahara Ibu Budi USULAN MATERI Untuk awalan Ibu-ibu meminta membahas memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan Ibadah, Pemateri menggunakan sumber daya yang ada, dan bila dana memungkinkan mengundang Ustadzah 1 bulan sekali. MEI 2010 Tanggal 1 Mei 2010, Pengajian perdana Majelis Ta’lim Semeru dirumah Ibu Ika – HH15 dengan kegiatan Ta’aruf/Perkenalan Warga Baru dengan Kajian “KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR’AN” diisi oleh Bu Ika Tanggal 8 Mei 2010, Pengajian dirumah Ibu Martuti – HD06 diisi oleh Ibu Ika dengan Kajian “TADARRUS AL’QUR’AN “ Tanggal 15 Mei 2010, Pengajian dirumah Ibu Yanti – HC 27 diisi oleh Ibu Ika dengan kajian “FADHILAH DO’A DAN ADAB BERDO’A” Tanggal 22 Mei 2010, Pengajian dirumah Ibu Eka/Mama Airin – HI14 diisi oleh Ibu Lina dengan kajian “ADAB ANAK TERHADAP ORANGTUA” Tanggal 29 Mei 2010, Pengajian rutin diganti Tasyakuran dirumah Ibu Nur – HE06 dan disampaikan jadwal pengajian pekanan. PROGRAM KERJA Minggu ke 1 Kajian Tahsin – Tilawah, oleh Bu Lina Minggu ke 2 Kajian Al Qur’an dan Hadits, oleh Bu Ika Minggu ke 3 Kajian Fiqh dan syari’ah, oleh Bu Lina Minggu ke 4 Kajian Aqidah, oleh Bu Ika Notes Ustadz/Ustadzah direncanakan tiap 3 bulan, yaitu Juli, September, dan Desember……. JUNI 2010 Tanggal 5 Juni 2010, Pengajian rutin dirumah Ibu Ani/Mama Ikhsan – HH11 dengan kajian “MUQODDIMAH ILMU TAJWID” diisi oleh Bu Ika. Tanggal 12 Juni 2010, Pengajian rutin dirumah Ibu Budi –HC28 dengan kajian “DOA SEPUTAR IBADAH” diisi oleh Ibu Ika 10. Tanggal 19 Juni 2010, Pengajian rutin dirumah Ibu Neni/Mama Riska-HH05 dengan kajian “FIQH THOHAROH” diisi oleh Ibu Lina. 11. Tanggal 26 Juni 2010, Pengajian rutin dirumah Ibu Wiwin – HK11 dengan kajian “IMAN KEPADA MALAIKAT” diisi oleh Ibu Ika JULI 2010 12. Tanggal 03 Juli 2010, Pengajian dirumah Ibu Latifah/Mama Rafi – HJ22 dengan kajian “MAKHORIJUL HURUF” diisi oleh Ibu Lina 13. Tanggal 10 Juli 2010, Pengajian dirumah Ibu Ningsih – HK16 dengan kajian “DOA-DOA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI” diisi oleh Ibu Ika, dan diumumkan program tambahan berupa Kajian AL QUR’AN bagi warga yang berminat menghafal Juz amma dan kajian tafsir singkat surat-surat dalam juz’amma. Program Kajian tambahan ini dilaksanakan setiap hari Jum’at jam – WIB. 14. Tanggal 17 Juli 2010, Pengajian dirumah Ibu Amah – HI16 diisi oleh Ibu Lina 15. Tanggal 24 Juli 2010, Pengajian dirumah Ibu Eva/Mama Raka-HC29 dengan kajian “IMAN KEPADA RASUL” diisi oleh Ibu Ika 16. Tanggal 25 Juli 2010, Undangan dari Majelis Taklim Grand Kahuripan diMushola Papandayan untuk membentuk kepengurusan majelis taklim se grand kahuripan. 17. Tanggal 31 Juli 2010, Pengajian dirumah Ibu Atih – HO02 dengan kajian “FIQH THOHAROH/WUDHU” diisi oleh Ibu Lina AGUSTUS 2010 18. Tanggal 7 Agustus 2010, Pengajian rutin diganti tasyakuran dirumah Mama Risma – HJ20 19. Tanggal 8 Agustus 2010, diadakan TARHIB RAMADHAN 1431 H bersama dengan Bapak-bapak di Mushola sementara semeru / Lapangan HC dengan menghadirkan pembicara Ustadz Nanang, Spd. 20. Selama bulan Ramadhan Pengajian rutin setiap sabtu LIBUR, sebagai gantinya diselenggarakan “TADARUS QUR’AN“ setiap hari waktu sempat berubah-ubah, akhirnya tetap jam pagi bertempat di Musholla Sementara. Dan Taddarus ditutup dengan melakukan khataman Qur’an. SEPTEMBER 2010 21. Tanggal 25 September 2010, dirumah Mama Riska-HH05 Pengajian di buka kembali setelah libur Idul Fitri dengan menggelar acara “HALAL BI HALAL DAN SILATURRAHMI IBU-IBU SEMERU”. Sehubungan dengan bertambahnya warga dan niat memperbaiki kinerja Majelis Ta’lim maka di forum tersebut dibuka “REKRUTMEN TERBUKA PENGURUS MAJELIS TA’LIM SEMERU” dan dihasilkan 10 orang bersedia dengan kerelaan tanpa paksaan untuk menjadi pengurus. IBU-IBU YANG BERSEDIA MENJADI PENGURUS Ibu Budi, 2. Ibu Ika, 3. Ibu Rubby, 4. Ibu Nur, 5. Ibu Zulia Mama Firly, 6. Ibu Dwi Mama Kinan, 7. Ibu Neni Mama Riska, 8. Ibu Heny Mama Najla, 9. Ibu Esti Mama Irma, 10. Ibu Ai Mama AisPengurus Majelis Taklim lama Ibu Ningsih dan Ibu Lina tidak bersedia lagi menjadi pengurus. Notes jumlah yang hadir 26 orang, semua yg hadir ditanya satu persatu tentang kesediaannya 22. Tanggal 29 September 2010, dirumah Ibu Ika-HH15 diadakan Rapat pengurus untuk merevisi program kerja Majelis Ta’lim yang dihadiri oleh 8 dari 10 orang pengurus, dan dihasilkan struktur kepengurusan Majelis Ta’lim dan program kerja yang baru STRUKTUR PENGURUS MAJELIS TA’LIM REVISI Ketua Ibu Ika Wakil Ketua Ibu Neni Mama Riska Sekretaris I/II Ibu Dwi Mama Kinan dan Ibu Zulia Mama Firly Bendahara I/II Ibu Heny Mama Najla dan Ibu Esti Mama Irma Humas Ibu Rubby dan Ibu Ai Mama Ais PROGRAM KERJA REVISI 1 TA’LIM TAMBAHAN setiap Jum’at Pagi Halaqoh Qur’an, khusus bagi peserta yang ingin memperbaiki bacaan Qur’an, hafalan dan tafsir juz amma TAKLIM RUTIN setiap Sabtu Sore Mg. ke 1 Pembacaan Yasin dan materi dari Ibu Lina Mg. ke 2 Al Ma’tsurot dan materi dari Ibu Ika Mg. ke 3 Tadarus Al Qur’an dan materi dari Ibu Ika Mg. ke 4 Mendatangkan Ustadzah/ pembicara tamu OKTOBER 2010 23. Tanggal 02 Oktober 2010, Pengajian rutin dirumah Ibu Zulia/Mama Firli – HA16 dengan tema Kajian Tahsin – Tilawah diisi oleh Bu Lina. 24. Tanggal 09 Oktober 2010 Pengajian rutin dirumah Ibu Esthi – HJ32 dengan kajian “DOA PARA NABI DAN RASUL / ALMATSURAT” diisi oleh Ibu Ika 25. Tanggal 16 Oktober 2010 Pengajian Rutin diganti tasyakuran dirumah Ibu Heni/Mama Najla-HN04. 26. Tanggal 23 Oktober 2010, Pengajian dirumah Ibu Mia/Mama Diandra-HN03 diisi oleh Bu Ika dengan kajian “IMAN KEPADA KITAB ALLOH” 27. Tanggal 30 Oktober 2010, Pengajian dirumah Ibu Irma/Mama Salwa – HL07 dengan menghadirkan pembicara dari luar yaitu Ibu Lia Apriani Ketua Majelis Ta’lim Rinjani, dengan tema kajian “MENELADANI AKHLAQ RASUL AMANAH” NOVEMBER 2010 28. Tanggal 06 November 2010, Pengajian di rumah Ibu Wulan/Mama Nabil – HK 12B dimana pemateri Ibu Lina tidak bisa hadir dan ada masukan dari beberapa warga yang menginginkan Pengajian setiap hari sabtu diubah menjadi 2 minggu sekali. 29. Tanggal 09 November 2010, Bu RT mengadakan rapat bersama pengurus dirumah Ibu Neni – HH05 untuk membahas usulan warga, dan dihasilkan beberapa keputusan PROGRAM KERJA REVISI 2 Khusus Ta’lim Rutin Hari Sabtu Kocokan tempat ditiadakan karena dipandang memberatkan Konsumsi ditiadakan dan infaq untuk konsumsi ditiadakan seadanya saja tidak perlu dipaksakan Frekuensi pengajian menjadi 2minggu sekali dan mendatangkan pembicara dari luar sempat ada diskusi panjang tentang ini 30. Tanggal 13 November 2010, Pengajian dirumah Ibu Heni/Mama Najla – HN04 diisi oleh Ibu Lina, dan disampaikannya hasil revisi 2 dan usulan MT Rinjani kepada ibu-ibu peserta pengajian tentang program pengajian bergilir dicluster semeru, rinjani dan merapi dan para ibu-ibu tidak menyetujui pengajian menjadi dua minggu sekali dan mengusulkan beberapa hal. PROGRAM KERJA REVISI 3 Khusus Ta’lim Rutin Hari Sabtu Menyetujui point 1 dan 2 dari program kerja revisi 2 MT tetap diadakan seminggu sekali, tetapi setiap 2 minggu diadakan acara selingan Tata cara dan materi diserahkan kepada pemateri masing-masing. Maka jadwal menjadi sbb Sabtu Mg Ke 1 Yasinan dan Materi dari Ibu Lina Sabtu Mg Ke 2 Ta’lim gabungan Semeru, Rinjani, dan Merapi tempat bergilir Sabtu Mg Ke 3 Tadarus Qur’an dan Materi dari Ibu Ika Sabtu Mg Ke 4 Pembicara/Ustadzah tamu 31. Tanggal 20 November 2010, Pengajian dirumah Bu Ika-HH15 dengan kajian AlQur’an diisi oleh Bu Ika dan dilanjutkan dengan rapat panitia pengajian se-grand kahuripan. 32. Tanggal 27 November 2010, Pengajian dirumah Ibu Eki-HC26 dengan menghadirkan Pembicara tamu dari Ketua Majelis Ta’lim se Grand Kahuripan “Ibu Anik” dari Papandayan dengan tema “AKHLAQ MENJAGA LISAN” 33. Tanggal 28 November 2010, Majelis Ta’lim Semeru menjadi “Tuan Rumah acara Silaturahim Majelis Ta’lim se-Grand Kahuripan yang dihadiri oleh Pengurus Majelis Taklim dari Cluster Papandayan, Pangrango, Patuha, Arjuna, Bromo, Rinjani, Merapi. DESEMBER 2010 34. Tanggal 4 Desember 2010, Pengajian rutin dirumah Ibu Lina – HA21 diisi oleh Ustadz Dedy dan Ibu Lina. 35. Tanggal 5 Desember 2010, Majelis Ta’lim Semeru menjadi panitia Pengajian Bulanan Majelis Ta’lim se Grand Kahuripan yang dihadiri oleh ± 130 jama’ah pengajian dari seluruh cluster bertempat di Masjid Al Ihsan – Papandayan, dengan tema “INDAHNYA KEBERSAMAAN” dan menghadirkan pembicara Ustzh. Iin Suprihatin 36. Tanggal 11 Desember 2010, Pengajian gabungan dengan Rinjani berjalan untuk pertama kalinya bertempat di Mushola Rinjani dengan pembicara Ibu Lia dan tema “KIAT WANITA MUSLIMAH” 37. Tanggal 18 Desember 2010, Pengajian rutin hari sabtu diganti Tasyakuran dirumah bu Ningsih 38. Tanggal 19 Desember 2010, Diadakan pertemuan Silaturahmi di rumah Ibu RT dimana ada usulan untuk diadakan Pengajian tambahan, pada setiap hari Ahad pagi jam 8 dengan tema “BELAJAR RATIB DAN MAULID”. 39. Tanggal 26 Desember 2010, Pengajian rutin dirumah Ibu Yudi – HF10 menghadirkan pembicara dari luar Ibu Tukirah Terapist Kesehatan Wanita dengan kajian “KESEHATAN, KECANTIKAN DAN WANITA” USULAN PROGRAM KERJA REVISI 4 MAJELIS TA’LIM SEMERU MEMILIKI 3 PROGRAM KERJA 1. TA’LIM RUTIN setiap hari “SABTU jam untuk Mg ke-1 Sampai Mg ke-3” dan “AHAD jam untuk Mg ke-4” UMUM bagi seluruh Muslimah warga Semeru 2. TA’LIM TAMBAHAN a. BELAJAR AL-QUR’AN Setiap hari “JUM’AT jam KHUSUS bagi yang mau belajar Tahsin- Tilawah, Hafalan, dan Tafsir singkat Al-Qur’an b. BELAJAR RATIB DAN MAULID setiap hari “AHAD jam KHUSUS bagi yang mau belajar Ratib dan Maulid NOTES Majelis Ta’lim Semeru bersifat “BEBAS, TERBUKA, dan TANPA PAKSAAN” Majelis Ta’lim Semeru adalah forum Silaturrahim Ibu-Ibu MUSLIM warga Cluster Semeru sebagai sarana untuk berUKHUWWAH ISLAMIYAH dan THOLABUL ILMI. Kepengurusan Majelis bersifat terbuka, Jika ada Warga yang berminat menjadi pengurus dengan SENANG HATI kami menerimanya dan jika ada ide, kritik ataupun saran silahkan sampaikan kepada pengurus dan dapat menghadiri RAPAT RUTIN PENGURUS MAJELIS TA’LIM yang diselenggarakan setiap JUM’AT MINGGU KE-1 JAM Klapanunggal 26 Desember 2010 Ketua Majelis Ta’lim Sekretaris Ika Patmawati Dwi Lestari

ABSTRAK:Majelis Taklim Al Musa’adah merupakan salah satu majelis taklim di desa kabasiran yang diperuntukkan bagi kaum perempuan, baik itu ibu-ibu, remaja putri, dan anak-anak.

Apa fungsi dan peran majelis taklim? Kita sering kali mendengar perkumpulan ini di tengah masyarakat. Mengadakan acara keagamaan seperti pengajian, tahlilan, mendenga ceramah dan berbagai aktifitas keagamaan lainnya. Namun kegiatan majelis taklim sebenarnya tidak hanya berkutat dengan agama saja. Untuk kali ini, kosngosan akan membahas majelis taklim secara lebih detail. Nama majelis taklim sebenarnya lebih general, untuk penggunaan nama tambahannya biasanya berbeda pada masing masing daerah. Nama Mejelis berasal dari bahasa arab yang artinya duduk, atau tempat. Sementara kata taklim artinya pengajaran atau pendidikan. Jadi dapat diartikan bahwa majelis taklim adalah suatu wadah atau organsasi pengajaran yang bersifat nonformal. Lembaga ini bertujuan untuk mengadakan pengajian, dakwah dan pembelajaran ilmu agama Islam baik dari aspek teologi, filsafat, dan juga tasawuf. Kegiatan pengajian misalnya, diadakan rutin setiap seminggu sekali dan mengundang Ustadz atau Ustadzah sebagai pematerinya. Baca juga Contoh Pembuatan Proposal Dana Pembangunan Masjid Menarik untuk ditelaah lebih lanjut mengenai organisasi ini, karena majelis taklim adalah lembaga pengajaran yang paling fleksibel, artinya tidak terikat oleh waktu dan sifatnya terbuka. Semua umur, profesi dan juga suku apa pun bisa masuk dan bergabung dalam majelis taklim ini. Dasar hukum keberadaan majelis taklim memang tidak secara spesifik di atur dalam undang undang, namun meliputi beberapa peraturan yang berlaku saat ini seperti UU No 20 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional dan PerPu No 55 tahun 2007 mengenai pendidikan keagamaan. Mengenal Majelis Taklim Lebih Dekat Kegiatan majelis taklim Pada dasarnya kegiatan dari lembaga ini sangat tergantung dari ide dan aktifitas pengurus organisasi dan gurunya. Apa yang menjadi kegiatan organisasi ini secara umum adalah menggelar pengajian dengan tema bagaimana cara meningkatkan kualitas pemahaman dan amalan keagamaan setiap muslim, mengacu pada Iman dan takwa Beberapa kegiatan yang umum dilakukan oleh majelis taklim antara lain Wirid yasinan setiap malam jumat Pengajian mengundang Ustadz atau Ustadzah Halal bi Halal ketika lebaran Open House ketika lebaran Rapat anggota Umrah bersama Study Tour Mengadakan sosialisasi agama, dll Manfaat majelis taklim Apa manfaat dari majelis taklim sebenarnya? Lembaga ini menjadi salah satu solusi pengenalan ilmu agama yang baik, bagi mereka yang belum mengenal agama islam lebih dalam. Terlebih lembaga ini tidak memungut biaya wajib dalam setiap kegiatan keagamaan yang dilakukannya biasanya dipungut dengan sukarela Majelis taklim menjadi lembaga pendidikan keagamaan alternatif bagi umat yang tidak memiliki cukup tenaga, waktu, dan kesempatan menimba ilmu agama dijulur pandidikan formal. Baca juga Contoh Undangan Syukuran Haji doc dan Cara Membuatnya Tempat kegiatannya bisa dilakukan di rumah, masjid, mushalla, gedung, aula, halaman dan tempat lain. Jadi, lembaga ini memiliki dua manfaat sekaligus, sebagai lembaga dakwah dan juga lembaga pendidikan non-formal bagi anggotanya. Struktur organisasi majelis taklim Seperti pada organisasi lainnya, majelis taklim memiliki pengurus yang mengatur kegiatan, tujuan dan kondisi finansial agar lembaga ini bisa berjalan baik. Adapun beberapa posisi beserta tugas dan tanggung jawabnya yaitu Pembina majelis taklim Jabatan ini bertanggung jawab dalam mengarahkan, membina dan membimbing pengurus beserta kegiatan majelis taklim kearah kegiatan yang lebih bermanfaat, menyatukan persaudaraan setiap anggota dan membantu menyusun program kegiatan organisasi dalam jangka panjang. Penasihat majelis taklim Sebagai penasihat, tentunya memiliki tanggung jawab terhadap mengarahkan dan membimbing kegiatan majelis taklim, serta membantu menyelesaikan persoalan apabila terjadi konflik atau permasalahan internal dalam lembaga majelis taklim. Ketua majelis taklim Memiliki tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan dan program majelis taklim, menyusun kegiatan dan menciptakan kondisi lembaga yang nyaman, tentram dan solid, tetap menjaga ukhuwah islamiyah. Wakil ketua majelis taklim Membantu tugas ketua, mewakili ketua dalam setiap kegiatan apabila ketua berhalangan hadir dan melakukan koordinasi seluruh tugas pengurus dan divisi masing masing. Sekretaris majelis taklim Posisi ini bertugas untuk mnyusun jadwal kegiatan majelis taklim serta mengkoordinir semua tugas pengurus dan divisi untuk melakukan kegiatan majelis taklim. Bendahara majelis taklim Posisi ini paling penting karena bertanggung jawab terhadap keuangan lembaga, mencari sumber dana untuk kegiatan lembaga, melakukan koordinasi keuangan majelis dan mencatat setiap dana masuk dan pengeluaran lembaga. Divisi pendidikan dan dakwah Mengatur jalannya kegiatan majelis taklim seperti pengajian, mempersiapkan pemateri yang akan diundang, mengkoordinir jadwal pemateri dan mengembangkan metode dakwah dalam kegiatan lembaga. Divisi hubungan masyarakat Menjalin hubungan kerjasama dengan masyarakat non anggota, menghidupkan aktifitas bersama, serta menjaga kerukunan internal dan eksternal lembaga Divisi perlengkapan Melakukan pengamanan dan pendataan terhadap inventaris, mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk kegiatan, serta melaporkan kepada ketua jika terjadi permasalahan dalam hal teknis kegiatan. Divisi tabungan, infaq dan shodaqoh Mengkoordinir tabungan dari anggota, mengeluarkan tabungan atas izin ketua, sekretaris atau bendaraha dan menghimpun seluruh dana yang masuk dari kegiatan tabungan, infaq dan shodaqoh. Contoh logo majelis taklim PNG Berikut adalah contoh logo majelis taklim dalam format PNG, bisa kamu edit sesuai dengan nama majelis taklim di daerah mu. Silahkan download saja dengan menyimpan gambar-nya Contoh motto majelis taklim Mewujukan generasi islam yang beriman dan taqwa IMTAQ dan berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi IPTEK yang berakhlaq baik dan beramal sholeh sehingga berguna bagi agama dan bangsa sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Hadits Baca juga Contoh Proposal Kegiatan Hari Raya Lebaran dan Rincian Biayanya Penutup Sekian pembahasan kosngosan mengenai organisasi majelis taklim kali ini. Semoga semakin menambah wawasanmu. Ini juga bisa menjadi sumber referensi kalian apabila ingin mendirikan majelis taklim di daerah masing masing. Organisasi ini bersifat positif dan layak untuk dikembangkan. Akhir kata terimakasih sudah berkunjung di kosngosan, jangan lupa berikan komentar mu dibawah ini, dan bagikan juga post ini di linimasa media sosial mu.
Kalbar- Kamis (04/08/22), Silahturahmi dan Safari menjadi langkah sederhana Santri Dukung Ganjar Kalimantan Barat dalam
- Mubalighah Muda dan Pendidika di Darus Sunnah International Institute for Health and Sciences, Izza Farhatin, menyampaikan, kegiatan pengajian majelis taklim di masa pandemi Covid-19 kini dilakukan secara virtual. Model virtual ini menjadi opsi yang harus diambil meski ada jamaah yang kesulitan mengikutinya. "Majelis taklim jadi tetap jalan, rata-rata jamaahnya adalah ibu-ibu yang melek teknologi," kata dia dalam diskusi bertajuk "Geliat Majelis Taklim di Masa Pandemi" yang digelar Republika, Sabtu 12/12, secara daring. Izza mengakui, jumlah jamaah yang mengikuti pengajian di masa pandemi mengalami penurunan signifikan karena digelar secara virtual. "Ibu-ibu yang menghadiri tidak sebanyak biasanya. Secara kuantitas sangat menurun. Biasanya yang tidak ikut itu yang sudah sepuh. Sedangkan yang usia muda-muda masih aktif mengikuti kajian," katanya. Bahkan, lanjut Izzah, ada majelis taklim yang tidak bisa melanjutkan kegiatan pengajian karena jamaahnya merupakan kalangan yang berusia senja. Materi pengajian yang diajarkan itu berkaitan gramatikal di dalam Alquran sehingga banyak di antara jamaah yang tidak nyaman jika kegiatan digelar secara virtual. "Jadi belum bisa lanjut karena belum begitu bisa menikmati kajian dengan menggunakan Zoom atau media digital lainnya," paparnya. Di sisi lain, ada juga majelis taklim dengan peserta dari kalangan yang beragam, mulai dari ibu-ibu yang berusia 40-an hingga 70-an. Jamaah yang berusia lanjut di majelis taklim didampingi anggota keluarganya saat hendak mengikuti pengajian melalui Zoom. Izzah menjelaskan, di masa awal pandemi Covid-19, pengajian majelis taklim sempat terhenti beberapa bulan. "Setelah Lebaran kemarin, melihat bahwa ada di antara jamaah yang usianya senja, akhirnya ketua dari majelis taklim itu memutuskan kajian diadakan via zoom dan itu berlanjut sampai saat ini," ujarnya. Pengajian melalui jarak jauh, terang Izzah, mulai dilakukan selama Ramadhan 2020. Ceramah yang disampaikan ustazah direkam dalam video lalu dibagikan ke grup WhatsApp jamaah majelis taklim. Cara ini menjadi pilihan karena sebagian jamaah kesulitan menggunakan Zoom. "Selama Ramadhan itu jadi kita sering mengirim video singkat berkaitan dengan keutamaan Ramadhan, dan tata cara ibadah. Selain itu kita juga tetap mengadakan kegiatan khataman mingguan, jadi masing-masing orang dalam satu pekan itu kebagian satu juz," katanya. Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah PP Salimah, Etty Pratiknyowati, yang juga hadir dalam acara diskusi itu menekankan pentingnya ketahanan iman dalam menghadapi pandemi Covid-19. Orang yang beriman harus menghadapi pandemi sebagai ujian Allah SWT dengan sikap yang diajarkan dalam Islam. "Dalam konteks ke-Salimah-an, penting untuk disampaikan kepada ibu-ibu majelis taklim, bahwa yang harus kita jaga itu adalah ketahanan, bahwa musibah atau ujian itu memang selalu ada, tetapi bagaimana daya tahan kita, itu yang paling penting," ucapnya. "Kita semua sebagai orang beriman menghadapi ini sebagai ujian, bagaimana kita harus memiliki sikap menghadapi pandemi, di hadapan Allah SWT dan juga manusia. Ini yang menjadi prinsip bagi kami. Di balik musibah, tentu ada banyak berkahnya," ujarnya. Etty juga menyadari, pandemi ini memengaruhi beberapa aspek seperti kesehatan, ekonomi dan psikologi. "Maka kami selalu ingatkan bahwa ketahanan keluarga itu sesuatu yang penting. Kami juga sampaikan kepada ibu-ibu jangan sampai kita goyah, kita yakin ini ujian Allah yang menguji keimanan kita," imbuhnya. PP Salimah, lanjut Etty, terus memperkuat kegiatan pendidikan, pelatihan dan ekonomi di masa pandemi sekarang ini. Tiga jenis kegiatan ini termasuk dalam dakwah yang dilancarkan Salimah ke tengah masyarakat. Berbagai hal pun menjadi objek kajian, misalnya pada bidang psikologi, parenting, enterpreneur, dan sebagainya sebagai langkah penguatan. Sementara untuk menguatkan ekonomi, Salimah memulainya dengan gerakan yaitu membangun lembaga koperasi. "Salimah sangat mendorong ibu-ibu untuk memiliki kemampuan untuk memproduksi sesuatu dan kita mendorong anggota majelis taklim dan anggota Salimah untuk membelinya agar produk itu terserap," tuturnya.
Materi Pengajian Ibu Ibu Majelis Taklim. Pada kesempatan kali ini, kami ingin membagikan informasi menarik mengenai kegiatan Majelis Taklim yang dilaksanakan dengan rutin di berbagai daerah. Majelis Taklim merupakan wadah bagi kaum Muslimin dan Muslimat untuk mengembangkan ilmu agama dan memperkuat ikatan kebersamaan dalam beribadah.
Disebutkan, ibu ibu merupakan garda terdepan dalam mencetak generasi yang berguna dan bertaqwa. Laporan Nur Nihayati Pidie SIGLI - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443, Ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Al Falah Sigli, Pidie menyantuni anak yatim. Kegiatan itu juga dirangkai dengan tausiah Maulid diisi oleh Tgk Hamdani Nurdin berlangsung di Masjid Al Falah Sigli, Minggu 19/12/2021. Turut hadir di tengah kaum ibu yakni Anggota DPRA Hj Nurlelawati MSi, perwakilan Majelis Taklim lainnya di wilayah Kota Sigli. Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Umum Majelis Taklim Masjid AL Falah Sigli, Hj Mardhiah dalam laporannya menyampaikan, peringatan maulid ini digagas bersama kaum ibu-ibu pengajian. Adapun himpunan dana untuk terselenggaranya acara ini adalah dibantu Anggota DPRA Hj Nurlelawati, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim BKMT Wikan Wistihartati dan juga terkumpulan dari sumbangan ibu-ibu majelis taklim secara sukarela. Sebagaimana diketahui Majelis Taklim ibu-ibu ini merupakan pengajian rutin diadakan tiap Rabu petang di Masjid Al Falah Sigli. Sementara itu, Anggota DPRA Hj Nurlelawati MSi mengapresiasikan kepada ibu-ibu Majelis Taklim dengan kekompakannya mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Al Falah Sigli, Pidie berfoto usai menyantuni anak yatim pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid setempat, Minggu 19/12/2021. /NUR NIHAYATI Ini juga menghaturkan terimakasih atas dukungan kaum ibu majelis taklim sudah mempercayainya duduk di kursi DPRA hingga tiga periode ini. "Kalau tidak ada dukungan majelis taklim tidak mungkin saya berada di sana. Sangat kita butuhkan dukungan ibu majelis taklim," ujarnya. Dikatakan, bertambah usia seseorang tak terasa sudah banyak hal yang ditinggalkan. "Marilah kita memperbaiki kekuarangan menjadi lebih baik, Untuk menjaga kehormatan kita, menjaga martabat hal ini akan menambah keimanan," katanya. Disebutkan, ibu ibu merupakan garda terdepan dalam mencetak generasi yang berguna dan bertaqwa.
Tokoh kharismatik di pengajian kaum ibu ini wafat dalam usia 75 tahun. Ustazah terkenal ibukota, Dr.Hj. Suryani Taher yang juga pimpinan Majelis Taklim Attahiriyah dan Assuriyah meninggal dunia di RS Premier Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (05/09/2019) pagi pada tahun 2015. Sumber : gomuslim.co.id
Home Sumatera Utara Jum'at, 09 Juni 2023 - 0931 WIBloading... Relawan Usbat Ganjar Sumut menggelar edukasi bagi jemaah Majelis Taklim An-Nur bertajuk Praktik Tata Cara Salat Wajib sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW di Kota Medan, Kamis 8/6/2023. Foto/Dok. SINDOnews A A A MEDAN - Relawan Ustaz Sahabat Usbat Ganjar Sumut menggelar edukasi bagi jemaah Majelis Taklim An-Nur bertajuk Praktik Tata Cara Salat Wajib sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW di Kota Medan. Hal ini agar masyarakat semakin tahu dan paham mengenai ibadah wajib umat Islam ini. Wakil Korwil Usbat Ganjar Sumut Ahmad Dairobi mengatakan, perintah melaksanakan salat wajib termaktub dalam Al-Qur'an dan hadits nabi Muhammad SAW. Namun dalam pelaksanaannya, masih ada segelintir masyarakat yang belum mengetahui rukun-rukun salat sesuai syariat maupun sunah."Pada hari ini dilakukan kegiatan pelatihan menjelaskan tentang pelaksanaan salat yang baik. Kemudian selanjutnya juga menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan masalah rukun salat, sunah salat begitu juga dengan tata cara pelaksanaan ibadah salat," kata Dairobi di Jalan Benteng Hulu, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Rabu 8/6/2023.Dalam kesempatan itu Dairobi menjelaskan beberapa rukun dan sunnah Rasulullah ketika mendirikan salat untuk menambah wawasan ibu-ibu jemaah Majelis Taklim An-Nur. Usbat Ganjar Sumut juga menyerahkan bantuan seperangkat alat pengeras suara serta tikar menyebut, Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan tata cara salat. Mulai dari niat hingga salam. Umat Islam pun harus melaksanakan salat dengan baik dan benar secara gerakan maupun bacaan salat sesuai syariat, rukun salat, dan sisi lain, acara tersebut dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi serta ukhuwah islamiah. "Setelah kegiatan ini kami berharap masyarakat bisa melaksanakan ibadah itu dengan baik dan benar sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW," Majelis Taklim An-Nur Siti Saripah 59 mengaku senang atas kehadiran Usbat Ganjar Sumut dalam menebar kabaikan dan hal-hal positif. "Acara ini sangat memuaskan. Kami mengucapkan terima kasih, apa yang diberikan bermanfaat untuk kami," katanya. poe salat gerakan salat ibadah sholat majelis taklim medan Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 2 menit yang lalu 16 menit yang lalu 36 menit yang lalu 37 menit yang lalu 54 menit yang lalu 1 jam yang lalu
Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang merupakan ibu ibu Majelis Taklim Al Muttaqien di Kecamatan Kalianda. Kegiatan pengabdian dilakukan pada hari Minggu tanggal 11 Desember 2016, pukul 90.00 WIB sampai selesai, dikediaman Musholla Al Muttaqien di Desa Buah Berak. Sebelum dilakukan sebelum kegiatan, peserta mengisi daftar hadir Tiba waktu akhir pekan, pemandangan itu jamak di kampung-kampung di Indonesia. Para perempuan, tak sedikit yang sudah berumah tangga keluar rumah dengan baju-baju Muslimah terbaik mereka, aneka warna. Diselingi shalawat yang menguar dari pengeras suara, mereka menuju lokasi-lokasi pengajian yang lebih dikenal dengan nama majelis taklim. Kegiatan agama tersebut adalah satu hal yang khas Indonesia. Muslimah yang berkumpul di majelis ilmu secara terbuka sedianya bukan hal yang begitu jamak di "Dunia Islam". Sejak lama, ia sudah jadi salah satu nafas dakwah Islam di Indonesia. Tak heran, saat Ketua Dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Megawati Soekarnoputri, mengkritik kegiatan tersebut pada Sabtu 18/2, netizen angkat suara. Terlebih, Megawati mengaitkan kegiatan pengajian itu dengan kelalaian para ibu mengurus anak-anak mereka. "Maaf ya, sekarang kan budayanya, maaf beribu maaf. Kenapa toh seneng banget ngikut pengajian. Iya loh, maaf beribu maaf. Iki pengajian sampai kapan to, yo? Anake arep dikapakke anaknya mau dikemanakan," ujar dia. Bagaimana sedianya sejarah pengajian ibu-ibu alias majelis taklim itu? Majelis taklim adalah salah satu fondasi dakwah Islam sejak mula sekali. Penulis buku Genealogi Intelektual Ulama Betawi dan Kepala Lembaga Peradaban Luhur, Ustaz Rakhmad Zailani Kiki, mengatakan, majelis taklim hadir sejak Rasulullah mulai mendakwahkan Islam di Kota Makkah secara sembunyi-sembunyi. Lokasinya di rumah seorang sahabat bernama Arqam bin Abil al-Arqam al-Mahzumi. Karena itu, majelis taklim Rasulullah tersebut dikenal dalam sejarah Islam dengan nama Darul Arqam, artinya rumahnya Arqam. Majelis taklim kemudian diadakan di Kota Madinah sejak Rasulullah hijrah ke Madinah yang bertempat di Masjid Nabawi. Ini kemudian diteruskan oleh para sahabat, tabiin, tabiit-tabiin, dan generasi sesudahnya sampai dakwah Islam masuk ke Nusantara. Ustaz Rakhmad menjelaskan, di Batavia muncul majelis taklim yang didirikan oleh seorang habib terkenal, yaitu Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Habib Ali Kwitang, yang majelis taklimnya terkenal dengan nama Majelis Taklim Kwitang. Dari hasil penelitian sejarawan Ridwan Saidi dan Alwi Shahab, majelis taklim yang pertama kali beraktivitas pada 20 April 1870 itu merupakan yang tertua di Betawi. Setelah Habib Ali Kwitang wafat, majelisnya diteruskan oleh anaknya, Habib Muhammad al-Habsyi, dan kemudian dilanjutkan oleh cucunya, Habib Abdurrahman al-Habsyi. Dari Majelis Taklim Habib Ali Kwitang inilah muncul ulama-ulama besar Betawi, seperti KH Abdullah Syafi’ie pendiri Perguruan Islam Asy-Syafi'iyyah dan KH Tohir Rohili pendiri Perguruan Islam Ath-Thahiriyah. Keduanya kemudian juga mendirikan majelis taklim, yaitu Majelis Taklim Asy-Syafi'iyah, di Bali Matraman, Jakarta Selatan, dan Majelis Taklim Thahiriyah di Jalan Kampung Melayu Besar, Jakarta Selatan. Kedua majelis taklim ini kemudian berkembang pesat sehingga memiliki perguruan Islam, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Dalam perkembangannya, kedua majelis taklim tersebut lebih menonjol kepesertaannya dari kalangan ibu-ibu atau perempuan dan dipimpin oleh anak-anak perempuan mereka. Umat Islam di DKI Jakarta, terutama kalangan Muslimat, tidak asing dengan nama Dr Hj Tutty Alawiyah AS penerus Majelis Taklim Asy-Syafi'iyah dan Dr Hj Suryani Thahir penerus Majelis Taklim Ath-Thahiriyah/Assuryaniyah Ath-Thahiriyah. Pada 1980-an, pengajian ibu-ibu di berbagai daerah mulai mengkonsolidasikan diri. Banyak yang bergabung dalam wadah Badan Komunikasi Majelis Taklim BKMT. Pertunjukan kekuatan majelis taklim ini terekam pada 1995. Kala itu, majelis-majelis taklim yang tergabung dalam BKMT mengadakan Gelar Akbar untuk mensyukuri 50 tahun Indonesia Merdeka. Lokasinya di Stadion Utama Senayan pada 26 Agustus 1995. Masyarakat tersentak, betapa besar sebenarnya "massa" majelis taklim. Sedikitnya 120 ribu orang hadir dalam acara tersebut. "Saya tak pernah melihat Senayan sepenuh ini," kata seorang wartawan foto yang sering meliput pertandingan sepak bola di stadion terbesar di Tanah Air ini kepada wartawan Republika Damanhuri Zuhri yang meliput kala itu. Almarhum Damanhuri sepanjang kariernya intens membersamai gerakan majelis taklim tersebut. "Bukan hanya tribun yang penuh, bahkan lapangan pun penuh dengan ibu-ibu." Mereka yang kebanyakan tak pernah pergi jauh meninggalkan rumahnya, kali ini datang berkumpul di Senayan, yang membuat banyak di antara mereka yang tersesat. Ketika mereka bersama-sama menggemakan takbir -mengikuti pekik "Allahu Akbar" yang diseru Presiden Soeharto- banyak orang yang menyaksikannya lewat televisi menitikkan air mata. Terharu. Peristiwa tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya, seberapa besar sih sebenarnya peran majelis taklim selama ini? Lalu mengapa majelis taklim sama sekali luput dari publikasi? Robert Carroll, mantan asisten perwakilan Asia Foundation untuk Indonesia punya kenangan manis dengan majelis taklim. Waktu itu, Bob, panggilan akrabnya, tinggal di daerah Kemang, Jakarta Selatan, di rumah yang dikelilingi oleh sekitar tujuh masjid dan mushala. Bob tak mengenal majelis taklim. Bahkan istilah itu pun ia tak kenal. Tapi ia mengaku sangat menikmati melihat "Ibu-ibu Betawi dengan pakaian warna-warni yang lewat di depan rumah saya," katanya. Ia juga tertarik dengan suara pengajian ibu-ibu itu lewat pengeras suara. Warna tradisional, yang karena itu menjadi nampak eksotik, memang lekat dengan majelis taklim. Jika bicara majelis taklim, tak bisa tidak, umumnya kita akan bicara tentang ibu-ibu rumah tangga yang sederhana, yang dengan pakaian terbaik mereka yang warna-warni akan datang ke pengajian seminggu sekali. Mereka jelas tidak bicara politik. Tetapi mereka juga tidak cuma membahas "ibadah muamalah" seperti yang banyak disangka orang. Seperti dikemukakan Ketua BKMT Indonesia, Tutty Alawiyah saat itu, materi yang tak kalah penting yang sering diajarkan di majelis taklim adalah tentang kemasyarakatan. "Kami mengajak jamaah majelis taklim untuk peka terhadap lingkungan sosialnya," kata Tutty Alawiyah saat itu. Masalah kaum dhuafa, yatim piatu, hingga bagaimana menanggulangi kenakalan remaja dan mendorong pendidikan anak adalah soal sehari-hari buat mereka. Seberapa besar pengaruh majelis taklim di masyarakat dapat diukur dari besarnya jamaah Majelis Taklim As-Syafi'iyah yang dipimpin Tutty Alawiyah ataupun jamaah Majelis Taklim At-Thahiriyah yang dikomandoi Hajjah Surjani Thaher -dua nama yang harus disebut bila membahas soal majelis taklim. Besarnya jamaah mereka hingga melahirkan "pasar kaget" di setiap hari pengajian. Kebanyakan anggota majelis taklim, seperti yang tampak hadir di Senayan, memang dari lingkungan masyarakat menengah ke bawah. Tetapi sangat keliru bila mengidentikkan majelis taklim dengan kalangan itu. Banyak majelis taklim beranggotakan ibu-ibu dari lingkungan atas. Kelompok pengajian Nurul Hidayah, misalnya. Majelis Taklim yang dipimpin oleh Ustadzah Hj Siti Chodijah ini beranggotakan istri-istri para tokoh nasional. Perjalanan majelis taklim tak dapat dipisahkan dari nama Tutty Alawiyah dan pesantrennya As-Syafi'iyah. Dituturkan oleh Tutty, adalah ayahnya -almarhum KH Abdullah Syafi'ie- yang mula-mula menyelenggarakan kegiatan pengajian di lingkungan masjid Al-Barkah di kawasan Kampung Melayu Besar, Balimatraman, Jakarta Selatan. Awalnya, kata Tutty, orang kalau mau menghadiri pengajian tidak pernah menyebut nama majelis taklim. "Mereka biasanya lebih suka menyebut ke pengajian, hadir atau taswir." Pada 1933, sewaktu ayahnya baru berusia 23 tahun, mendirikan masjid yang belakangan lebih dikenal dengan nama masjid Al-Barkah di kawasan Kampung Melayu Besar, Jakarta Selatan. Dengan berdirinya masjid tersebut, KH Abdullah Syafi'ie mulai merintis dengan mengadakan pengajian bagi kaum bapak setiap Selasa malam Rabu. Sedangkan ibunya, Hj Rugoyah, untuk pertama kalinya dalam sejarah, membuka pengajian bagi kaum ibu di dalam masjid. "Terus terang, sebelumnya kaum ibu hanya 'berani' mengikuti pengajian di emper masjid. Ibu mengadakan terobosan baru," ujar Hj Tutty Alawiyah. Kegiatan As-Syafi'iyah pun terus berkembang. Tak diketahui pasti sejak kapan istilah majelis taklim mulai digunakan. Yang pasti, majelis-majelis taklim mulai bertumbuhan, baik yang langsung berafiliasi dengan As-Syafi'iyah maupun tidak. Belakangan, dengan semakin melebarnya kegiatan pengajian Majlis Taklim As-Syafi'iyah, didirikan BKMT yang diketuai Tutty Alawiyah sendiri. BKMT dimaksudkan sebagai badan atau forum untuk berkomunikasi di antara para pengurus dan para guru majelis taklim. "BKMT bukanlah organisasi yang memiliki kekuatan vertikal," tandasnya. Untuk itulah, harapan terhadap BKMT adalah kemampuan untuk menciptakan forum bersama. Fungsi dari forum itu, kata Tutty, pengurus majelis taklim dapat menarik pelajaran dari pendapat dan pengalaman sesama pengurus majelis taklim, untuk memperbaiki dan meningkatkan cara pengelolaan organisasi majelis taklim yang diurusnya. Selain itu dari forum bersama tersebut, para guru majelis taklim dapat menarik pelajaran dan menyerap uraian, metode penyampaian dan sistematika penguraian materi dakwah, sehingga pidatonya lebih berbobot, terarah temanya dan relevan dengan suasana dan kebutuhan jamaah dalam mengatasi masalahnya dan sesuai dengan lingkungan hidupnya. Berdasarkan data Kementerian Agama pada 2022, terdapat majelis taklim yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang terbanyak berada di Jawa Barat dengan majelis. Kedua, adalah Jawa Timur dengan majelis taklim. Berikutnya Banten dengan majelis taklim. Keempat, ada Jawa Tengah dengan majelis taklim. Kelima, Sumatra Selatan dengan majelis taklim.
Waktu : 19.30 WIB. Tempat : Masjid Al-Ashri, Griya Pamulang Asri. Maka untuk kelancaran kegiatan tersebut kami mohon bantuan dana untuk kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Adapun biaya yang kami butuhkan diperkirakan sebesar Rp. 9.750.000,- (Sembilan juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) Proposal Terampir.
KLATEN - Kelompok relawan Santri Dukung Ganjar SDG menggelar pelatihan pertanian dengan metode tanam hidroponik bersama ibu-ibu Majelis Taklim Pucang di Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan pelatihan pertanian dengan metode tanam hidroponik tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengasah keterampilan bertani para ibu-ibu. Pascapelatihan ini, diharapkan emak-emak anggota majelis pengajian taklim bisa menumbuhkan jiwa usaha mereka melalui penerapan pertanian metode hidroponik. Kordinator Wilayah SDG Jateng, Gus Mukti Abdul Jabir, mengatakan kegiatan tersebut untuk melatih para ibu-ibu agar bisa membantu perekonomian keluarga dengan melakukan wirausaha berbasis pertanian. "Pelatihan ini agar para ibu-ibu di desa ini bisa membantu perekonomian keluarga, sekaligus bisa berkontribusi bagi lingkungan di sekitarnya dengan memaksimalkan lahan untuk menanam sayur-sayuran," ungkap Gus Mukti dalam siaran persnya, Selasa 6/6/2023. Dia menambahkan dalam pelatihan tersebut, loyalis Ganjar Pranowo itu juga menyampaikan pengenalan media tanam, penyakit tanaman hidroponik, hingga ke pemasaran produk hasil budi daya tanam hidroponik. Dia juga mengajarkan cara membuat nutrisi siap pakai untuk tanaman, kemudian dilakukan pindah tanam bibit ke instalasi hidroponik. "Tentunya awal dasar hidroponik adalah pembenihan dan pembibitan, cara budi daya yang baik dan benar, kemudian diakhiri dengan panen," tuturnya. Tidak hanya memberikan pelatihan pertanian hidproponik, Santri Dukung Ganjar Jateng juga membagikan ratusan benih ikan, bibit sayur, hingga pakan ikan. Selain itu, di sela kegiatan tersebur mereka juga memperkenalkan sosol Ganjar Pranowo kepada emak-emak majelis taklim tersebut. Eni Murniati salah satu perwakilan Majelis Taklim Pucang mengapresiasi kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh SDG ini. Dia mengatakan kegiatan yang dilakukan ini tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat khususnya ibu-ibu. Menurut dia, ibu-ibu bisa mengetahui cara budi daya tanaman melalui sistem hidroponik "Kegiatan ini bisa sangat bermanfaat banget. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan," kata Eni seusai menerima bantuan bibit yang diberikan oleh SDG Jateng. * Yang kami Hormati, Ibu Siti Rafi’ah selaku tuan rumah pada kesempatan malam hari ini. Yang sedang berbahagia, ibu-ibu jamaah pengajian rutin, majlis ta’lim al-‘Ulya. Pertama-tama, marilah kita haturkan puja dan puji syukur kita kehadirat Ilahi Rabbi, karena dengan ridha. Allah kita bisa melaksanakan acara rutin pada malam hari ini dengan Abstrak Kecamatan Koto Tangah adalah Kecamatan yang paling padat penduduknya. Kecamatan ini memiliki jumlah penduduk perempuan yang cukup besar. Pemberdayaan perempuan sangat penting dilakukan untuk memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan ekonomi produktif. Pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan akses terhadap pengetahuan dan keterampilan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan pelatihan keterampilan diharapkan berdampak pada kemampuan perempuan menciptakan lapangan kerja. Melalui pelatihan keterampilan merajut, perempuan dapat menghasilkan produk-produk rajutan yang bernilai ekonomis. Mitra yang dipilih adalah kelompok masyarakat yaitu anggota Majelis Ta’lim Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah. Sebagian besar ibu-ibu yang bergabung dalam Majelis Ta’lim yang beranggotakan sebanyak 40 orang adalah ibu rumah tangga yang pada umumnya tidak bekerja dan mempunyai penghasilan yang relatif rendah. Pengabdian Kepada Masyarakat telah dilakukan dengan memberikan pelatihan terhadap ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim. Pelatihan yang diberikan adalah membuat kerajinan rajutan tangan. Dalam pelaksanaan kegiatan, para ibu-ibu sangat antusias dalam menyimak penjelasan dan peragaan dari narasumber dan melalui tayangan video. Berbagai model rajutan diajarkan sehingga akan mempermudah mereka dalam membuat berbagai macam rajutan sehingga dapat menumbuhkan semangat berwirausaha dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Abstract Koto tangah district is the most densely populated sub-district. This sub-district has a large enough female population. empowering women is very important to have an entrepreneurial spirit in developing a productive economy. Empowering women to increase access to knowledge and skills, so as to improve family welfare. Skills training activities are expected to have an impact on women's ability to create employment. through training in knitting skills, women can produce knitted products of economic value. The partner chosen was the community group members of the al-ikhlas mosque assembly council in dadok tunggul hitam village, koto tangah district. most of the mothers who joined the ta'lim assembly with 40 members were housewives who generally did not work and had relatively low incomes. Community service has been carried out by providing training to women members of the ta'lim assembly to develop their economy. The training provided is making hand-knitted crafts. in carrying out the activity, the mothers were very enthusiastic in listening to the explanation and demonstration from the speakers and through the video. Various knitting models are taught so that it will facilitate them in making various kinds of knits so as to foster an entrepreneurial spirit in increasing family income. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 77 Jurnal Masyarakat Mandiri JMM Vol. 2, No. 1, Juni 2018, Hal. 77-82 e-ISSN 2614-5758 p-ISSN 2598-8158 PEMBERDAYAAN ANGGOTA MAJELIS TA’LIM AL-IKHLAS MELALUI KEGIATAN KETERAMPILAM MERAJUT DI DADOK TUNGGUL HITAM PADANG Zeshasina Rosha1, Linda Wati2, Ice Kamela3, Arfan Ananda4, Fisti Dea M5 1,2,3,4,5Management Department, Faculty of Economics, Bung Hatta University, Indonesia 1zeshasina 2lindawati 3icekamela 4arfanda 5fistidea Abstrak Kecamatan Koto Tangah adalah Kecamatan yang paling padat penduduknya. Kecamatan ini memiliki jumlah penduduk perempuan yang cukup besar. Pemberdayaan perempuan sangat penting dilakukan untuk memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan ekonomi produktif. Pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan akses terhadap pengetahuan dan keterampilan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan pelatihan keterampilan diharapkan berdampak pada kemampuan perempuan menciptakan lapangan kerja. Melalui pelatihan keterampilan merajut, perempuan dapat menghasilkan produk-produk rajutan yang bernilai ekonomis. Mitra yang dipilih adalah kelompok masyarakat yaitu anggota Majelis Ta’lim Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah. Sebagian besar ibu-ibu yang bergabung dalam Majelis Ta’lim yang beranggotakan sebanyak 40 orang adalah ibu rumah tangga yang pada umumnya tidak bekerja dan mempunyai penghasilan yang relatif rendah. Pengabdian Kepada Masyarakat telah dilakukan dengan memberikan pelatihan terhadap ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim. Pelatihan yang diberikan adalah membuat kerajinan rajutan tangan. Dalam pelaksanaan kegiatan, para ibu-ibu sangat antusias dalam menyimak penjelasan dan peragaan dari narasumber dan melalui tayangan video. Berbagai model rajutan diajarkan sehingga akan mempermudah mereka dalam membuat berbagai macam rajutan sehingga dapat menumbuhkan semangat berwirausaha dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Kata Kunci Majelis Ta’lim, Pemberdayaan perempuan, Keterampilan Abstract Koto tangah district is the most densely populated sub-district. This sub-district has a large enough female population. empowering women is very important to have an entrepreneurial spirit in developing a productive economy. Empowering women to increase access to knowledge and skills, so as to improve family welfare. Skills training activities are expected to have an impact on women's ability to create employment. through training in knitting skills, women can produce knitted products of economic value. The partner chosen was the community group members of the al-ikhlas mosque assembly council in dadok tunggul hitam village, koto tangah district. most of the mothers who joined the ta'lim assembly with 40 members were housewives who generally did not work and had relatively low incomes. Community service has been carried out by providing training to women members of the ta'lim assembly to develop their economy. The training provided is making hand-knitted crafts. in carrying out the activity, the mothers were very enthusiastic in listening to the explanation and demonstration from the speakers and through the video. Various knitting models are taught so that it will facilitate them in making various kinds of knits so as to foster an entrepreneurial spirit in increasing family income. Keywords Majelis ta’lim, women's empowerment, skills 78 Jurnal Masyarakat Mandiri JMM Vol. 2, No. 1, Juni 2018, hal. 77-82 A. LATAR BELAKANG Berdasarkan data BPS Kota Padang tahun 2016, jumlah penduduk Kota Padang menurut jenis kelamin, jumlah perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Dimana perempuan orang dan laki–laki orang. Sedangkan Kecamatan yang paling padat penduduknya adalah kecamatan Koto Tangah, dimana jumlah penduduk sebanyak orang terdiri dari laki-laki orang dan perempuan orang BPS, Kota Padang . Dengan jumlah perempuan yang cukup besar, perlu pemberdayaan perempuan untuk memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan ekonomi produktif. Pemberdayaan perempuan dapat melalui pengembangan kewirausahaan keluarga. Pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan akses terhadap pengetahuan dan keterampilan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ada pandangan selama ini kalau perempuan selalu dikonotasikan sebagai manusia pekerja domestik homemaker yang dianggap tidak dapat berkontribusi secara aktif di luar rumah sehingga perannya tidak lebih dari sekadar aktivitas dalam rumah. Sekarang justru perempuan memiliki peranan penting dalam mengembangkan ekonomi produktif dan di dunia kerja. Tuwu, 2018 Sudah menjadi trend Para Ibu di kota besar maupun di daerah membentuk kelompok majelis taklim. Tujuan majelis taklim ini lebih pada kegiatan sosial yaitu menjalin silaturahmi sekaligus pengajian Basit, 2010. Sebenarnya pertemuan rutin tersebut bisa menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian keluarga dengan memberikan pelatihan untuk membuat produk sederhana yang mempunyai nilai jual. Di samping sebagai bentuk peningkatan kemampuan para ibu, kegiatan tersebut juga bisa dikembangkan menjadi kegiatan wirausaha para ibu yang bisa menambah perekomian keluarga. Sutrisno, 2018. Majelis ta’lim perempuan sebagai lembaga pendidikan non formal yang ada di masyarakat memiliki potensi dan peran yang besar manakala dapat diberdayakan secara maksimal. Kegiatan pelatihan kewirausahaan kepada majelis ta”lim diharapkan berdampak pada kemampuan/keberdayaan perempuan menciptakan lapangan kerja. Melalui pelatihan kewirausahaan dalam memanfaatkan potensi alam yang berada di lingkungan setempat, perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Kelompok majelis Ta’lim yang dipilih adalah kelompok masyarakat yaitu Majelis Ta’lim Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah. Dari kunjungan ke tempat Majelis Ta’lim didapatkan informasi sebagian ibu-ibu yang bergabung dalam Majelis Ta’lim adalah ibu rumah tangga dan mempunyai penghasilan yang relatif rendah. Berdasarkan analisis situasi dipilih kelompok majalis taklim ini yang terdiri dari wanita yang pada umumnya tidak bekerja dan mempunyai 79 Zeshasina Rhosa, Pemberdayaan Anggota Majelis... waktu luang. Majelis Ta’lim Mesjid Al-Ikhlas adalah salah satu majelis Taklim yang ada di Kelurahan Tunggul Hitam Padang. Perkumpulan ibu-ibu yang beranggotakan sebanyak 40 orang. Kegiatan rutin yang biasa dilakukan kelompok ini adalah melakukan Pengajian setiap minggu, arisan bulanan, yasinan serta latihan rebana. Sama halnya dengan majelis taklim lainnya, majelis taklim ini kegiatan lebih berorientasi kepada kegiatan keagamaan dan sosial. Menurut Putri & Darwis, 2015, perempuan dalam kelompok majelis Taklim dapat diberdayakan agar mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Perempuan harus mempunyai kemampuan untuk melihat potensi yang ada, peluang-peluang yang mungkin dapat dikembangkan. Menurut Hasanah, 2013Pemberdayaan perempuan adalah upaya peningkatan kemampuan perempuan dalam mengembangkan kapasitas dan keterampilannya . Melihat kondisi ini, melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat akan melakukan pelatihan terhadap anggota Majelis Ta’lim untuk bangkit membangun ekonominya. Program pemberdayaan berupa Pelatihan yang diberikan adalah membuat kerajinan rajutan tangan yang tidak mengesam-pingkan proses pendampingan dalam proses pelatihan Wildan Saugi & Sumarno, 2015. Pelatihan yang diberikan adalah membuat kerajinan rajutan tangan. Pertimbangan dipilihnya pelatihan membuat rajutan tangan karena membuat rajutan tidak sulit, waktu tidak terlalu lama dan bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan produk rajutan mudah didapat dan tidak mahal. Bahan baku utama sederhana berupa ram/net, kain, benang, spon dan asksesoris yang mudah dicari dan harganya relatif murah. Kerajinan rajutan dapat berupa rajutan pin, sendal, sepatu bayi, alas meja dan topi, serta sarung tangan untuk pengendara sepeda motor. B. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat didanai oleh LPPM Universitas Bung Hatta. Untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim terdiri dari dua dosen yang mempunyai bidang keahlian dibidang Pemasaran, satu dosen mempunyai kosentrasi di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia serta mahasiswa yang membantu dalam menyiapkan pelatihan merajut. Sebagai tenaga ahli yang mengajarkan keterampilan merajut, tim mengundang seorang tenaga ahli yang memiliki keterampilan merajut dan memiliki usaha rajutan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode pelaksanaan dalam memberikan pelatihan keterampilan membuat kerajinan tangan handicraft adalah 1. Menghubungi Ketua Majelis Ta’lim Al-Ikhlas untuk mendiskusikan pelatihan dan mendata anggotanya yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. 80 Jurnal Masyarakat Mandiri JMM Vol. 2, No. 1, Juni 2018, hal. 77-82 2. Mengadakan sosialisasi kepada anggota Majelis Ta’lim Al-Ikhlas 3. Memberikan pelatihan, pendidikan dan pendampingan dengan materi a. Kewirausaahaan dan motivasi. b. Memberikan keterampilan, berupa pelatihan pembuatan kerajinan rajutan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahap Pertama telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 April 2018 bertempat di Musholla Nurul Wahyi Dadok Tunggul Hitam. Kegiatan yang diberikan adalah pelatihan keterampilan membuat kerajinan tangan/handycraft kerajinan rajutan. Dalam pelaksanaan kegiatan, masing-masing anggota Majelis Ta’lim diberi peralatan merajut antara lain jarum dan benang. Selain dipandu oleh tenaga ahli, untuk mempermudah ibu-ibu dalam keterampilan dasar merajut, tim juga menyediakan panduan dalam bentuk gambar serta tayangan video. Selama kegiatan, peserta yang berjumlah 20 orang sangat antusias dalam menyimak penjelasan dan peragaan dari narasumber dan tayangan video. Para peserta anggota Majelis Ta’lim Al-Ikhlas. Kegiatan PKM ini juga dihadiri oleh Bapak Lurah Dadok Tunggul Hitam, yang mengapresiasi kegiatan pelatihan di kelurahan yang dipimpinannya. Untuk kepentingan publikasi kegiatan sekaligus promosi bagi Universitas Bung Hatta secara umum, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi secara khusus, kegiatan ini juga diliput oleh media massa. Demi kelancaran pelaksanaan kegiatan PKM, Tim Dosen dibantu oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta. Dalam upaya untuk melatih ibu- ibu majelis Taklim ini supaya lebih mahir, kegiatan PKM lanjutan dilaksanakan pada bulan berikutnya. Pelatihan kedua ini ditujukan kepada ibu-ibu Majelis Ta’lim yang memiliki keinginan untuk mendalami keterampilan merajut. PKM lanjutan ini, dihadiri oleh ibu-ibu yang sudah memiliki keterampilan dasar merajut. Dengan keterampilan dasar yang sudah dimiliki, membuat para ibu cepat tanggap dalam memahami hal-hal baru yang diajarkan oleh tenaga ahli. Pada tahap ini diberikan pelatihan berbagai model rajutan yang akhirnya akan mempermudah mereka dalam membuat berbagai macam rajutan sehingga dapat menumbuhkan semangat berwirausaha dalam meningkatkan pendapatan keluarga. C. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut adalah gambar seluruh peserta pelatihan dengan Tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri ibu-ibu majelis Ta’lim gambar 1. Pada gambar 2 terlihat ibu-ibu peserta pelatihan rajutan antusias dalam belajar. Peserta dibagi atas dua kelompok yaitu kelompok pemula yang belum pernah belajar merajut dan kelompok yang sudah pernah merajut 81 Zeshasina Rhosa, Pemberdayaan Anggota Majelis... secara sederhana. Proses kegiatan pengabdian dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2 berikut. Gambar 1. Peserta Pelatihan Gambar 2. Peserta Merajut Berikut adalah produk hasil pelatihan merajut Gambar 3. Contoh Gantungan Kunci dari Rajutan Gambar 4. Taplak Meja dan Sarung Bantal D. SIMPULAN DAN SARAN Program pengabdian masyarakat dalam rangka memberdayakan kelompok majelis taklim Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam ini berupa pembuatan berbagai kerajinan dari rajutan. Program pelatihan ini berjalan dengan baik, karena kerajinan rajutan yang dihasilkan mudah untuk dibuat. Tidak perlu memakan waktu yang lama untuk bisa menguasai keterampilan merajut. Hasil rajutan ini selain bisa digunakan sendiri, juga bisa dijual sebagai souvenir. Dengan memiliki keterampilan merajut, ibu-ibu majelis taklim bisa membuat berbagai kerajinan rajutan yang dapat dijual untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Saran yang dapat diusulkan dengan adanya program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan merajut ini 82 Jurnal Masyarakat Mandiri JMM Vol. 2, No. 1, Juni 2018, hal. 77-82 adalah untuk mendapatkan produk rajutan yang baik dan bisa dijual, pelatihan ini tidak hanya dilakukan sekali. Harus ada beberapa kali sesi latihan baik untuk merajut bagi pemula maupun yang sudah memiliki keterampilan dasar merajut. DAFTAR RUJUKAN Basit, A. 2010. Pemberdayaan Majelis Ta’lim Perempuan Dalam Perspektif Manajemen Dakwah. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 42. Hasanah, S. 2013. Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Ekonomi Berkeadilan Simpan Pinjam Syariah Perempuan. SAWWA, 91, 71–88. Hurriyati, R. 2010. Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Bandung Alphabeta. Kotler, Philip & Keller, K. L. 2009. Manajemen Pemasaran13th ed.. Jakarta Erlangga. Kotler, Philip dan Amstrong, G. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran 12th ed.. Jakarta Erlangga. Putri, O. N., & Darwis, R. S. 2015. Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 22, 29–283. Sutrisno, S. 2018. Pemberdayaan Anggota Majelis Taklim Melalui Usaha Susu Kedelai Dan Nugget. Journal of Community Service, 22, 21–28. Tuwu, D. 2018. Peran Pekerja Perempuan Dalam Memenuhi Ekonomi Keluarga Dari Peran Domestik Menuju Sektor Publik. Al-Izzah Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 13 1, 63. Wildan Saugi, & Sumarno. 2015. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pengolahan Bahan Pangan Lokal. Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2November, 226–238. Umi MusaropahSuharto SuhartoDaluti DelimanugariCitra AyudiatiEntrepreneurship development based on creative industries for women congregation majelis taklim MT in Kepek village is carried out using the PAR Participation Action Research method which aims to encourage creative minds by pressing questions and participant-oriented guidance. Entrepreneurship development for MT female congregation in Kepek Gunung Kidul village can be achieved well. Among others are; There needs to be a follow-up in a series of mentoring and skills improvement, both for the main and supporting the business. The potential for good local wisdom can be converted into economic values. Massive development of marketing networks needs to be considered in order to have a bigger economic impact on the surrounding community. The government is advised to support deeper exploration of the local economic wisdom of the people of Gunung Kidul so that it can have a direct positive impact on its residents. Sutrisno SutrisnoTujuan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan pada para ibu anggota kelompok majelis taklim pengajian di Rukun Warga RW 62 Perumahan Candi Gebang Permai, Sleman, Yogyakarta sebagai mitra binaan ini, adalah untuk pemberdayaan ekonomi dalam rangka menambah pendapatan rumah tangga. Kegiatan yang dilakukan dengan menggandeng mitra Omah Kedelai sebagai pemberi materi pelatihan, adalah dengan mengolah produk berbahan dasar kedelai berupa susu kedelai dan nugget yang berasal dari ampas susu kedelai. Metode pelaksanaan berupa pelatihan, dan pendampingan untuk berwirausaha. Pada akhir pelaksanaan kegiatan, program berhasil dengan baik, terbukti dengan kemampuan mitra binaan mampu memproduksi dan memasarkan produk berbahan dasar kedelai, sehingga mampu pendapatan kelompok sekaligus bisa menambah penghasilan bagi rumah TuwuThis paper aims to elaborate the extent of women's role working in the informal sector at marine tourism area in Batu Gong Beach of Konawe District. This research is a qualitative research using case study approach. The data was collected using in-depth interviews, Focus Group Discussion, and observation. Interviews were conducted on 15 women who had been married and have children, who worked as rice sellers, gogos, burasa, sate pokea, beverages, cakes, candies, cigarettes, tire rentals for swimming equipment, rental mats for seat, etc. The results indicate that the role of women who work and have income play significant role to support the family finance. The income earned from selling is used to meet the needs of household life such as as the complementary of the husband and family income; for daily shopping needs; for school’s fee and children’s expenses; and for other important needs such as when it comes to crises, severe illness, and other family problems. This study is expected to be useful for scientific development in the theme of the role of women who work in creating a prosperous BasitChanges in society are so quick to have implications for the change of religiosity. These conditions demand achange in managing the activities of proselytizing, to more professional direction. One of the institutions that need to berevised is the women’s majelis taklim who have potential and significant role in life. Women’s majelis taklim need to bemanaged by using modern management with a way to empower both personal, institutional and social institutions. With theexpected empowerment, majelis taklim activities not only as a medium of learning and teaching community, but can playa role in addressing humanitarian problems that often befall women and also to improve the welfare of Nindya Putri Rudi Saprudin DarwisPerempuan dalam kelompok perempuan kepala keluarga diberdayakan agar dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Perempuan harus mempunyai kemampuan untuk melihat potensi yang ada, peluang-peluang yang mungkin dapat dikebangkan , sehingga dengan mudah peluang tersebut untuk diperluas menjadi jaringan yang lebih kuat. Faktor yang menyebabkan seorang perempuan menjadi kepala keluarga di dalam rumah tangga, antara lain karena perceraian, perempuan yang hamil dan mempunyai anak setelah di tinggal oleh laki-laki, serta karena suami meninggal dunia. Perempuan memiliki peran ganda dalam rumah tangga yang secara fisik lemah justru dibebani dengan tugas berat. Selain sebagai ibu rumah tangga, ia juga sebagai kepala keluarga. Perempuan sebagai kepala keluarga harus menjalankan peran ganda untuk keberlangsungan hidup keluarganya. Sebagai kepala keluarga, perempuan harus mampu mengkombinasikan dengan baik antara pekerjaan domestik dan yang berstatus kepala keluarga dimana ia harus mencari uang untuk menafkahi keluarganya dan juga harus memenuhi kebutuhan kasih sayang peran perempuan merupakan pendekatan praktis yang dapat dilakukan seperti disaat kondisi ekonomi keluarga memaksa perempuan memainkan perannya sebagai penyangga ekonomi keluarga. Sejumlah aktivitas dapat digambarkan terkait cara program perempuan kepala keuarga dalam memotivasi mengembangkan potensi, membangkitkan kesadaan, peningkatan keterampilan angota, membangkitkan rasa percaya diri, menghilangkan hambatan, penguatan kelompok, pemberian bimbingan dan dukungan, serta pengembangan jaringan dan pemeliharaan kemampuan anggota. Kemudian kegiatan pemberdayaan perempuan ini dinilai bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian SaugiSumarno SumarnoPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang dapat memberdayakan warga perempuan dusun Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. Penelitian ini merupakan participatory action research PAR dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, tujuh anggota tim pengelola dusun, dan 15 warga perempuan dusun. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1 Perencanaan partisipatoris terdiri dari identifikasi kebutuhan dusun dan penyiapan tim pengelola program dusun. 2 Pelaksanaan proses pemberdayaan melalui pelatihan dimulai dengan menyiapkan tim pengelola, membentuk kelompok usaha, menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta, membangun rumah produksi, mengajukan izin produksi, produksi dan pemasaran produk, melakukan studi banding ke industri rumah tangga, melakukan perbaikan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pelatihan massal, dan pendampingan. 3 Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan warga, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produk. 4 Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian Kunci pemberdayaan perempuan, pelatihan, bahan pangan lokal Woman Empowerment Through Local Produce Processing TrainingsAbstractThis research aims to reveal the local produce processing that can empower women in Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. This research was participatory action research with the qualitative and quantitative approach. The research subject consisted of the village chief, core team consisting of seven people, and 15 women in the village. The research data were obtained through observations, interviews, and documentation. The results of research are as follows. 1 The participatory planning consists of need analysis and preparing management team. 2 The training processes are conducted by preparing the management team, building the business unit, creating relation with the government and private sectors, building production houses, applying for production permits, producing and marketing, comparative study to home industry, reflecting, improving, and diversifying product, holding massive, and mentoring. 3 The indicators of a successful training are the improvement of knowledge and skills of women, and the profit of product sales. 4 The sustainability of women empowerment program are product development or diversification and the management team becomes more and more woman empowerment, training, local producePemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Ekonomi Berkeadilan Simpan Pinjam Syariah PerempuanS HasanahHasanah, S. 2013. Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Ekonomi Berkeadilan Simpan Pinjam Syariah Perempuan. SAWWA, 91, Pemasaran dan Loyalitas KonsumenR HurriyatiHurriyati, R. 2010. Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Bandung Alphabeta.
JawaBarat - Santri Dukung Ganjar Koordinator Wilayah Jawa Barat, melakukan kegiatan Silaturahmi ke pesantren-pesantren,
PROGRAM KEGIATAN MAJELIS TAKLIM AL UKHUWAH Dusun Krajan Wetan Kampung Lebak Temuguruh - Sempu PROGRAM MINGGUAN PENGAJIAN DIADAKAN SETIAP DUA MINGGU SEKALI PADA HARI KAMIS MALAM JUM’AT BISA DIAJUKAN/ DITUNDA JIKA BERBENTURAN DENGAN KEGIATAN LAIN 2. ARISAN MELALUI KOCOKAN ACAK YANG MEMINTA 3. YANG MENERIMA ARISAN MEMBERIKAN DANA PRIBADI UNTUK KEPERLUAN PEMASANGAN PERLENGKAPAN PENGAJIAN SEBESAR Rp. RUPIAH 4. IURAN KAS PENGAJIAN MINIMAL Rp. 2000 RUPIAH 5. TABUNGAN TABUNGAN KURBAN DENGAN SISTEM KESANGGUPAN BAGI SETIAP JAMAAH 6. DOKUMENTASI PENGAJIAN DAFTAR HADIR, NOTULEN RAPAT, FOTO/VIDEO PROGRAM BULANAN 1. LAPORAN KEUANGAN KEUANGAN MAJELIS TA’LIM DILAPORKAN BENDAHARA SETIAP 3 BULAN SEKALI 2. SANTUNAN ANAK YATIM 3. SETIAP KEGIATAN PHBI ATAU MENJELANG RAMADHAN MENGUNDANG MUBALIGH 4. PENGAJIAN BERSAMA BAPAK-BAPAK + IBU-IBU PROGRAN TAHUNAN RENCANA PROGRAM MAJELIS TAKLIM 1. PENGADAAN SERAGAM MAJELIS TAKLIM 2. SANTUNAN ANAK YATIM PIATU 6. PENGGALIAN DANA PENGECATAN MUSHOLLA 7. PENGADAAN PERALATAN HADRAH/ KUNTULAN
glYq.
  • mxhtxn1pif.pages.dev/735
  • mxhtxn1pif.pages.dev/827
  • mxhtxn1pif.pages.dev/394
  • mxhtxn1pif.pages.dev/225
  • mxhtxn1pif.pages.dev/418
  • mxhtxn1pif.pages.dev/190
  • mxhtxn1pif.pages.dev/688
  • mxhtxn1pif.pages.dev/305
  • kegiatan majelis taklim ibu ibu